Selasa, 9 Juni 2026

Berita Jateng

Muncul Klaster Baru Covid-19, Bupati Banyumas Akui Virus Corona Belum Terkendali

Sampai dengan saat ini kasus covid-19 di Banyumas masih menunjukan kenaikan dan penambahan.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rival Almanaf
freepik.com
Ilustrasi corona virus atau Covid-19 

TRIBUN-PANTURA.COM, PURWOKERTO - Sampai dengan saat ini kasus covid-19 di Banyumas masih menunjukan kenaikan dan penambahan.

Bahkan yang baru saja adalah muncul dari klaster perkantoran. 

Berdasarkan data terbaru, total positif covid-19 di Banyumas ada 290 orang dengan rincian yang sembuh ada 236 orang (81 persen).

Sementara yang masih dirawat sampai dengan saat ini ada 47 orang (16 persen) dan yang meninggal adalah 7 orang (2.4 persen)

Prakiraan Cuaca Hari Ini Sabtu 22 Agustus 2020 di Semarang, Suhu Bisa Mencapai 34 Derajat C

Kantor DPRD Banyumas Akan Kembali Dibuka Minggu Depan Seusai 2 Anggota Dewan Positif Covid-19

Waspada Gelombang Tinggi di Pesisir Pantai Utara Tegal

BPJS Ketenagakerjaan Telah Lakukan Validasi Karyawan Calon Penerima Subsidi Gaji

Total yang telah di swab berjumlah 8.880 orang dengan rincian 2.987 orang berasal dari swab reguler dan 5.943 adalah swab massal.

Kemudian reproduksi efektif di Banyumas berada di angka 1.57 persen.

Angka tersebut masih tinggi dari standar WHO, dimana dikatakan terkendali jika berada di angka 1 persen.

Sehingga dapat dikatakan angka reproduksi efektifnya di Banyumas masih belum terkendali.

Akan tetapi angka positivity rate nya menurut bupati berada di 2.63 persen yang jauh dari ketentuan WHO yaitu 5 persen dan juga jauh dibawah rata rata nasional sekarang yang berada di 12 persen.

"Kesimpulannya di Banyumas angka terkonfirmasi positif masih terus bertambah dan belum terkendali meskipun penilaian provinsi masuk berkategori berisiko rendah," ujar Bupati Banyumas, Achmad Husein kepada Tribun-pantura.com, Sabtu (22/8/2020).

Bupati menambahkan jika tambahan positif tersebut didominasi oleh hasil swab massal, tes mandiri, atau juga karena tes karena gejala yang dialami.

Sebelumnya sempat ada klaster pasar, perbankan, dan klaster Brobahan saat ini sudah dapat diatasi dengan baik, dan sudah aman.

"Sekarang muncul klaster perkantoran, terutama layanan masyarakat misalnya adalah ada 6 puskemas yang ditutup tapi lima sudah dibuka kembali.

Prakiraaan Cuaca Hari Ini Sabtu 22 Agustus 2020 di Demak Cerah Berawan di Beberapa Beberapa Wilayah

Adik Ipar Jokowi Mundur Dari Pilkada Gunungkidul, Nasdem Alihkan Dukungan

Sevilla Juara Liga Europa Selepas Kalahkan Inter Milan Lewat Laga Dramatis

Satu Keluarga di Sukoharjo Ditemukan Tewas Setelah Warga Curiga Tidak Keluar Rumah Beberapa Hari

Yaitu, Wangon 1, Jatilawang, Cilongok 1, Somagede, Kebasen, dan tinggal Kemranjen 2.

Sedangkan kantor DRPD juga masih ditutup sampai rabu depan, sebab ada dua yang positif covid-19 dan berindikasi kuat bertambah lagi," jelasnya.

Karena ditemukan kasus positif di lingkungan anggota DPRD maka seluruh ruangan di disinfektan dan seluruh anggota DPRD harus menjalani swab ulang walaupun satu bulan lalu sudah sempat di swab.

Terkait masalah belajar tatap muka, bupati baru akan merancang mulai simulasi dan penyusunan SOP lebih detail pada senin depan. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved