Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

Jateng Termasuk Pengekspor Etil Alkohol Terbesar di Asia Tenggara, Bea Cukai: Rp10 Miliar Sebulan

Jateng Termasuk Pengekspor Etil Alkohol Terbesar di Asia Tenggara, Bea Cukai: Rp10 Miliar Sebulan

Penulis: budi susanto | Editor: yayan isro roziki
bclampung.beacukai.go.id
Ilustrasi etil alkohol - Jateng masuk dalam jajaran pengekspor etil alkohol terbesar di Asia Tenggara. Bea Cukai mencatat, dalam sebulan nilai devisa dari eskpor etil alkohol di Jateng mencapai Rp10 miliar. Sejumlah negara tujuan ekspor antara lain Singapura, Hongkong dan Filipina. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Jateng jadi salah satu pemasok etil alkohol terbesar ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Antara lain ke Singapura, Hongkong dan Filipina.

Dalam waktu satu bulan nilai devisa dari ekspor etil alkohol tersebut mencapai Rp10 miliar.

Geliat perekonomian perdagangan internasional tersebut dimulai sejak dicabutnya pelarangan ekspor etil alkohol dari Pemerintah Pusat.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang, Anton Martin menjelaskan, lewat PT Indo Acidatama yang ada di Sragen, Jateng telah melakukan ekspor sebanyak etil alkohol sebanyak 5 kali periode Juli hingga Agustus.

Kejati Jateng Perpnajang Masa Penahanan Dua Tersangka Kasus Suap Kepegawaian PDAM Kudus

Pria di Temanggung Mengaku Mendapat Bisikan Gaib Sebelum Habisi Nyawa Ibunya

Keluarga Korban Pembunuhan Sekeluarga di Sukoharjo Menuntut Pelaku Dihukum Mati

Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Masih Bertambah, PMI Tambah Porsi Penyemprotan Disinfektan

"Total etil alkohol yang sudah dikirim ke Singapura, Hongkong dan Filipina sebanyak 815 ribu liter lebih, dengan nilai devisa mencapai Rp 10 miliar lebih," paparnya saat ditemui Tribunpantura.com dalam acara pelepasan ekspor perdana dan berkelanjutan PT Indo Acidtama pasca-new normal di Terminal Peti Kemas Semarang, Selasa (25/8/2020).

Dilanjutkannya, adanya geliat ekspor menunjukan perekonomian Jateng mulai bangkit dari keterpurakan akibat dampak Covid-19.

"Sejak awal pandemi ekspor etil alkohol dan APD dilarang karena stoknya untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, namun Juli lalu aturan tersebut dicabut dan ekspor etil alkohol serta APD diizinkan kembali. Kini geliat ekspor mulai menunjukan peningkatan," ucapnya.

Dari total ekspor etil alkohol, Filipina menjadi tujuan terbesar dengan total 759 ribu liter.

"Terbesar ke Filipina, hari ini juga akan dikirimi lagi kesana sejumlah 416 ribu liter lebih etil alkohol dengan nilai mencapai Rp5,3 miliar hanya dari PT Indo Acidatama," paparnya Anton.

Dipaparkannya, tren eskpor tahun 2020 periode Januari hingga Juli lebih baik dari periode yang sama tahun lalu.

"Year on year pada periode Januari hingga Juli masih baik tahun ini, karena tahun lalu devisa ekspor hanya Rp 8,8 triliun, dan periode Januari hingga Juli tahun ini mencapai Rp 12,7 triliun," jelasnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto, menuturkan, geliat ekspor etil alkohol menjadi Kebangkitan perekonomian di wilayah Jateng dan DIY.

"Ekspor ini menjadi kegiatan produktif, progresnya juga positif. Dengan pengiriman ke Filipina sekitar 22 ISO Tank atau sekitar 416 ribu liter akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Jateng," tambahnya. (bud)

Ganjar Tegur Pejabat Tidak Kenakan Masker: Pejabat Tidak Memberi Contoh Itu Bahaya

Diduga Lupa Matikan Kompor, Satu Rumah di Bringin Kab. Semarang Hangus Terbakar

Apes Seorang Remaja Jadi Korban Salah Tangkap Saat Kebetulan Melintas di Lokasi Tawuran

Kebakaran di Rumah Industri Batik di Pekalongan, Damkar Habiskan 10.000 Liter Air

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved