Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

Menaker Ida Fauziyah Pastikan BLT Pekerja Rp600.000 Langsung Ditransfer ke Rekening Penerima

Menaker Ida Fauziyah Pastikan BLT Pekerja Rp600.000 Langsung Ditransfer ke Rekening Penerima

Istimewa/net
Ilustrasi rekening bank - Perihal BSU atau BLT pekerja Rp600.000 per bulan selama 4 bulan bagi pekerja swasta bergaji di bawah Rp5 juta, Menaker Ida Fauziyah, menegaskan bahwa bantua stimulus tersebut langsung ditransfer ke rekening penerima. Tidak mampir ke mana-mana. 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) pekerja, sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjamin penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta dilakukan secara akuntabel.

Ia mengatakan bantuan akan ditransfer langsung dari rekening penyalur ke rekening penerima tanpa melalui perantara dari pihak Kemenaker.

"Uangnya pun langsung ditransfer dari bank penyalur ke penerima, tidak ada mampir kemana-mana."

"Kami hanya sebagai fasilitator saja, menyambungkan secara administratif," kata Ida dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Rabu (26/8/2020).

Ini Syarat Rekening Bank Karyawan Swasta yang Bisa Terima Transfer BLT Pekerja Rp600.000

Cerita Pilu Driver Ojol Hasran, Selalu Bawa Balita 2,5 Tahun: Ibunya Kawin Lari dengan Pria Lain

Bupati Tegal Wawancara Peserta Seleksi Tahap Akhir Calon Dewas Perumda Air Minum dan PD BPR TGR

Siap-siap, Ganjar Izinkan Sekolah di 3 Daerah Ini Dibuka untuk Uji Coba Belajar Tatap Muka

Menurut data yang dilaporkan Menaker, pemerintah menganggarkan Rp37,87 triliun dengan target penerima 15.725.232 pekerja dalam program BSU.

Bantuan diberikan berupa uang tunai sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan.

Pekerja yang menerima bantuan adalah yang terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosiai (BPJS) Ketenagakerjaan.

Ida menjelaskan, sebanyak Rp128,789 miliar dari total anggaran tersebut akan digunakan untuk biaya transfer antarbank kepada penerima yang tidak memiliki rekening himpunan bank milik negara (Himbara).

Namun, jika ternyata banyak pekerja yang memiliki rekening Himbara, sisa anggaran yang berlebih dipastikan kembali ke kas negara.

"Jadi kami tidak mensyaratkan Himbara, kalau disyaratkan nanti bisa lebih lama lagi harus buka account," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved