Breaking News:

Berita Semarang

Menilik Vihara Pertama di Indonesia, Wahyudi : Ada Tiga Pesan Dari Pemugaran Vihara 2500 Buddha

Kini, para umat Buddha khususnya warga di Pakintelan, Gunungpati mencoba menghidupkan kembali kegiatan bernafas agama Buddha di tempat itu.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Rival Almanaf
Tribun-pantura.com/ Iwan
Pengasuh Vihara Buddha Dipa Pakintelan, Samanera Dhammatejo Wahyudi. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Lebih dari setengah abad Vihara 2500 Buddha Jayanti meredup.

Kini, para umat Buddha khususnya warga di Pakintelan, Gunungpati mencoba menghidupkan kembali kegiatan bernafas agama Buddha di tempat itu.

Pengasuh Vihara Buddha Dipa Pakintelan, Samanera Dhammatejo Wahyudi mengatakan, paling tidak ada tiga harapan yang ingin disampaikan dari berfungsinya kembali Vihara 2500 Buddha Jayanti.

Solusi Wisuda di Tengah Pandemi, Universitas PGRI Semarang Pilih Konsep Drive In

Antar Kambing Pakai Becak, Kakek Renta di Blengorkulon Kebumen Teryata Tertipu

Rosidin Dapat Motor Matik dari Lomba Sepeda Santai di Kota Tegal

Pemkot Solo Akan Bagikan 100 Smartphone Bagi Peserta Didik Kurang Mampu

Pertama umat Buddha sudah saatnya memalingkan muka atau memberikan perhatian pada persoalan bangsa atau ikut membangun ekonomi kerakyatan, pendidikan, dan lainnya.

"Umat Buddha jangan hanya berkutat pada persoalan organisasi agama Buddha saja, sudah saatnya kita terpanggil ikut berkontribusi membangun bangsa Indonesia," jelasnya.

Berikutnya, ia berharap umat Buddha semakin bersatu dan tidak terpecah belah.

Ketiga, difungsikannya Vihara 2500 Buddha Jayanti sebagai upaya melestarikan peninggalan leluhur agar jangan sampai kepaten obor.

"Paling tidak ada tiga hal tersebut yang ingin kami sampaikan," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (28/8/2020).

Wahyudi menuturkan, berdirinya Vihara 2500 Buddha Jayanti bermula saat munculnya Bhikkhu putra pertama Indonesia bernama Ashin Jinarakkhitha.

Bhikkhu Ashin Jinarakkhitha diupasampada (ditahbis) di Myanmar pada awal tahun 1954, lalu kembali
ke Indonesia tahun 1955.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved