Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

Menkeu Proyeksikan Ekonomi Indonesia kembali Minus pada Kuartal III 2020, Indonesia Masuk Resesi?

Menkeu Proyeksikan Ekonomi Indonesia kembali Minus pada Kuartal III 2020, Indonesia Masuk Resesi?

Editor: yayan isro roziki
Istimewa/Dok. Kementerian Keuangan
Menkeu Sri Mulyani Indrawati, memproyeksikan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 masih minus 1,1 persen, hingga tumbuh 0,2 persen. Bila kembali minus, secara teknis Indonesia memasuki resesi ekonomi. 

TRIBUNPANTURA.COM - Secara Teknis, bila dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi minus, maka masuk dalam resesi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksi, hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran -1,1 persen hingga tumbuh positif 0,2 persen.

Bendahara Negara itu mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III mendatang akan cenderung masuk ke skenario batas bawah.

PDIP Belum Keluarkan Rekomendasi untuk Pilkada Rembang dan Kota Pekalongan

Peristiwa Kebakaran Polytron Demak, 2 Petugas dari Semarang Sempat Alami Kelelahan

Berikut Daftar 19 Pasangan Calon yang Diusung PDIP di Jawa Tengah

Aksi Pencurian Sepeda Motor Milik Karyawati Rumah Makan Terekam CCTV

Dengan demikian, perekonomian RI akan masuk definisi resesi secara teknis, yakni perekonomian negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

Sebab, pada kuartal II tahun lalu, pertumbuhan ekonomi RI terkontraksi cukup dalam, yakni -5,32 persen.

"Kemenkeu memproyeksi pada 2020 pertumbuhan -1,1 persen sampai tumbuh positif 0,2 persen, lower end menunjukkan kuartal III mungkin negative growth," jelas Sri Mulyani ketika memberikan paparan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (2/9/2020).

Namun demikian, perekonomian RI masih bisa tumbuh positif hingga akhir tahun jika pada kuartal III mendatang pertumbuhan ekonomi berada di zona positif.

"Sedangkan kalau 0,2 persen mengasumsikan di kuartal III dan IV recovery bisa terjadi, lebih untuk kompensasi dari kontraksi di kuartal II," jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Sri Mulyani juga sempat memaparkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III mendatang akan mengalami kontraksi hingga 2 persen.

Sebab, kinerja perekonomian pada kuartal III tidak sesolid yang dibayangkan.

Nyatanya, kinerja ekspor dan impor, hingga indikator tingkat produktivitas manufaktur serta sektor keuangan justru kembali ke zona negatif pada periode Juli 2020.

Sri Mulyani pun mengatakan, kunci utama untuk mengerek kinerja perekonomian pada kuartal III adalah investasi dan konsumsi domestik.

"Kalau indikator di Juli, di kuartal III, terjadi down side risk, suatu risiko nyata."

"Kuartal-III di kisaran 0 persen hingga negatif 2 persen," jelas Sri Mulyani ketika memberikan paparan dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (25/8/2020). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ancaman Resesi, Sri Mulyani Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Minus pada Kuartal III 2020

Sejumlah Sekolah Mulai Mendaftarkan Nomor Telpon Siswa dan Guru

Dinkop UKM Kabupaten Tegal Masih Buka Pendaftaran Bantuan UMKM Hingga Tanggal 11 September

Setelah 17 Jam, Kebakaran di Polytron Sayung Berhasil Dipadamkan, Kerahkan 19 Mobil Damkar

Tossa Muatan BBM Terbakar di Jalan Dr Cipto Semarang, Polisi Masih Cari Pemilik Kendaraan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved