Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

BLT Pekerja Rp600.000 Per Bulan Telah Disalurkan ke 2,3 Juta Rekening, Kamu Sudah Terima?

BLT Pekerja Rp600.000 Per Bulan Telah Disalurkan ke 2,3 Juta Rekening, Kamu Sudah Terima?

Editor: yayan isro roziki
Istimewa/net
Ilustrasi subsidi gaji/upah - Menaker Ida Fauziah menyebut, telah menyalurkan BLT pekerja atau bantuan subsidi upah untuk karyawan bergaji di bawah Rp5 juta per bulan, ke 2,3 jtua rekening pekerja. 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Bantuan Langsung Tunai (BLT) pekerja untuk karyawan swasta bergaji di bawah Rp5 juta per bulan telah mulai disalurkan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah melaporkan, hasil penyaluran bantuan subsidi gaji/upah (BSU) sebesar Rp600.000 per bulan untuk tahap pertama telah mencapai 2.310.974 pekerja penerima subsidi.

"Kami laporkan juga terkait perkembangan penyaluran subsidi gaji/upah tahap pertama."

BLT Pekerja Rp600.000 Ditransfer ke 3 Juta Rekenig pada Minggu Ini, Cek Apakah Termasuk Kamu?

Cucu Gak Ada Akhlak, Kuras Tabungan Nenek hingga Tandas Tak Tersisa, Polisi Ungkap Kronolignya

Bertambah 51 Kasus Covid-19 di Sragen, Pembelajaran Tatap Muka Kembali Ditiadakan

8 Manfaat Olahraga Lari yang Perlu Anda Ketahui, untuk Kesehatan Fisik dan Mental

"Subsidi gaji/upah tahap pertama disalurkan oleh 4 bank anggota Himbara, yakni Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, dan BRI."

"Jumlah subsidi gaji/upah tahap I yang telah berhasil disalurkan ke penerima adalah 2.310.974," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (4/9/2020).

"Jumlah ini mencapai 92,44 persen dari total penerima subsidi gaji/upah tahap I, yakni 2,5 juta penerima," lanjut Ida.

Sementara, dirinya juga mencatat jumlah rekening pekerja yang tidak dapat disalurkan pada tahap I sebanyak 15.659 rekening.

Sedangkan rekening yang masih dalam proses penyaluran sebanyak 173.367 penerima.

Bantuan tidak dapat disalurkan tersebut, menurut Ida, disinyalir adanya duplikasi rekening, rekening sudah tutup, rekening pasif, rekening tidak valid, rekening telah dibekukan, dan rekening tidak sesuai dengan NIK.

"Kami meminta BPJS Ketenagakerjaan untuk berkomunikasi dengan stakeholder untuk segera menyelsaikan persoalan pelaporan data rekening sebagaimana dimaksud," katanya.

Dia juga mengimbau kepada pemberi kerja/perusahaan beserta para pekerja untuk membangun komunikasi dan dialog terkait data rekening para pekerja guna memastikan tidak ada kesalahan dalam pelaporan rekening ke BPJS Ketenagakerjaan.

Tujuamnya agar penyaluran subsidi gaji/upah bisa tepat sasaran.

Kemnaker telah menargetkan subsidi gaji/upah dapat disalurkan kepada penerima secara keseluruhan, yakni 15,7 juta penerima, pada pertengahan September 2020.

"Untuk itu, Kami mohon kerja sama semua pihak, baik BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan, maupun pekerja, untuk membangun komunikasi dan dialog yang intensif dan harmonis terkait bantuan subsidi gaji/upah ini," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tahap Pertama, Subsidi Gaji Telah Disalurkan ke 2,3 Juta Pekerja

Warga Bali yang Kehilangan Indra Penciuman Sembuh karena Ini, Dinkes: dari 4.000 Tinggal 2

Virus Corona di Sragen Meningkat, Sehari 51 Orang Terinfeksi Covid-19

Paguyuban Tunggul Rahayu Janjikan Lunasi Utang Anggota, Muncul di Garut, Mirip Sunda Empire

KPK Terima 627 LHKPN Balon Kepala Daerah Peserta Pilkada Serentak 2020, 493 Telah Diverifikasi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved