Berita Banyumas

Pelajar SMA di Purwokerto Tega Cabuli 3 Anak SD, Terpengaruh Suka Liat Video Porno

Seorang pelajar di salah satu SMA di Purwokerto berusia 16 tahun tega mencabuli anak yang masih duduk dibangku SD.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rival Almanaf
Tribun-Pantura.com/ Permata Putra Sejati
Satreskrim Polresta Banyumas saat memeriksa pelajar SMA yang mencambuli anak SD. 

TRIBUN-PANTURA.COM, PURWOKERTO - Seorang pelajar di salah satu SMA di Purwokerto berusia 16 tahun tega mencabuli anak yang masih duduk dibangku SD.

Pelajar SMA itu tega mencabuli anak SD diduga dipengaruhi karena suka melihat video-video porno.

Berdasarkan penyelidikan sementara, diduga korban bukan hanya ada tiga orang.

Kejadiannya terjadi pada seminggu lalu, yaitu pada Rabu (9/9/2020), di sebuah pos kamling Purwokerto Utara.

Kesbangpol Jateng Harapkan Ormas WKRI Bangkitkan Nasionalisme di Masa Pandemi

Pesta Miras Usai Tawuran di Semarang, Sekumpulan Remaja Ini Terciduk Tim Resmob Elang Utara

Gadis-gadis Tawuran di Berok Semarang Karena Memperebutkan Pria

"Sementara ada tiga korban, dua diantaranya berusia 10 tahun."

"Sedangkan satu lagi masih berusia 9 tahun," ujar Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry kepada Tribun-Pantura.com, Rabu (16/9/2020).

Pihaknya mengatakan jika korban bisa lebih dari tiga, namun sementara ini polisi masih dalam penelusuran.

Modus tersangka mencabuli korban adalah  dengan cara bujuk rayu menjanjikan akan memberi hadiah coklat.

Kasus dapat terbongkar setelah salah satu orang tua korban (pelapor) saat pulang kerja dan mendapati anaknya menangis.

Orangtua salah satu korban itu menanyakan kepada anaknya kenapa menangis.

"Dijawab, jika ia telah disodomi tersangka," jelasnya. 

Mendengar kesaksian tersebut, orangtua korban langsung mencari pelaku.

Namun sayangnya tidak langsung ketemu dan baru ketemu pada keesokan harinya, pada Kamis (10/9/2020).

Setelah dicecar dengan berbagai pertanyaan, pelaku akhirnya mengaku dan membenarkan cerita korban.

Menilik Kisah Perjuangan Petugas Sensus Penduduk BPS Kendal Cari dan Data Warga Tunawisma

Dragan Siapka Pengganti Bruno Silva di PSIS Semarang, Siapa Dia?

Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Rabu 16 September 2020

Orang tua korban kemudian langsung melaporkan kejadian itu ke Polresta Banyumas. 

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Iptu Yusuf Triwijanto mengatakan jika tersangka melakukan kejadian tersebut terinspirasi dari film-film porno.

Atas kejadian tersebut, pelaku dijerat Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 Jo UU No 17 tahun 2016 penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman
hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Jti)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved