Breaking News:

Berita Kriminal

Kelompok Rampok Toko Emas di Blora Ditangkap, Satu Orang Pensiunan TNI, Butuh 35 Detik untuk Beraksi

Polisi Tangkap Perampok Toko Emas di Blora, Satu Orang Pensiunan TNI, Hanya Butuh 35 Detik untuk Beraksi

Tribunpantura.com/Rifqi Gozali
Tim Jatanras Polda Jateng menangkap komplotan perampokan Toko Emas Tony Mustika, yang di dekat Mapolsek Blora. Anggota komplotan ini satu di antaranya merupakan pensiunan TNI. Ketiga tersangka dihadirkan ssaat konferensi pers di Mapolda Jateng, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Polda Jateng menangkap tiga pelaku perampokan di Toko Emas Tony Mustika di Jalan Mr Iskandar, Blora. Ketiga pelaku yakni SFK (47), ATR (23), dan MAE (28).

Dalam aksinya, SFK yang merupakan pensiunan TNI, bertindak sebagai penodong senjata yang belakangan diketahui airsoftgun. 

Dalam perkara ini, komplotan rampok yang hanya butuh waktu 35 detik untuk beraksi ini terbilang nekat dan berani. Sebab, lokasi perampokan berada di dekat Mapolsek Blora.

Wabup Blora, Demak dan Bupati Klaten Ditegur Mendagri Karena Langgar Protokol Kesehatan Pilkada 2020

Polda Jateng Tangkap Komplotan Sepesialis Pencuri Pikap Lintas Daerah, Polisi: Selalu Incar L-300

Daftar SD di Kabupaten Tegal yang Memberhentikan Sementara KBM Tatap Muka

Istri Bupati Lawan Paslon ARTYS dalam Pilkada Blora 2020, Gandeng Sosok Ini

"ATR bertindak sebagai eksekutor atau pengambil perhiasan dan MAE bertindak melakukan pengawasan," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto, Rabu (16/9/2020).

Dua di antara pelaku merupakan residivis, SFK pernah dipidana pada 2015 atas kasus penggelapan. Sedangkan MAE pada 2017 pernah dipidana gara-gara kasus pencurian motor.

"ATR belum pernah dipidana," katanya.

Dalam aksinya ini, pelaku berhasil menggasak 177 perhiasan emas berbagai macam dengan berat sekitar 779,43 gram dengan cara memecah kaca etalase.

Saat menjalankan aksinya, terdapat seorang saksi yang mengetahui kemudian memencet tombol alarm. Namun, para pelaku berhasil kabur.

Dari pengakuan SFK, sebelum beraksi mereka terlebih dulu melakukan pengamatan selama beberapa hari.

Sebagai otak dari aksi ini, SFK juga mempertimbangkan bagaimana cara melarikan diri.

Halaman
123
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved