Teror Virus Corona

127 Santri Pondok Pesantren di Karangsuci Purwokerto Positif Covid-19, Bupati Banyumas: Dikarantina

127 Santri Pondok Pesantren di Karangsuci Purwokerto Positif Covid-19, Bupati Banyumas: Dikarantina

KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Bupati Banyumas Achmad Husein, menyebutkan 127 santri pondok pesantren di Karangsuci, Purwokerto positif Covid-19. Mereka langsung diisolasi di kawasan Baturraden. 

TRIBUNPANTURA.COM, PURWOKERTO - 127 santri pondok pesantren (Ponpes) di Karangsuci, Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas dinyatakan positif Covid-19.

Hal ini berdasarkan laporan hasil tes swab terhadap para santri.

Dari total 588 santri di ponpes tersebut, Pemkab Banyumas telah melakukan swab tes terhadap 292 orang.

Polisi Tembak Pelaku Pembunuhan di Petungkriyono, AKP Akhwan: Melawan saat Ditangkap

Dapat Suntikan Rp 800 Juta untuk Arungi Liga 3, Persiku Masih Harus Cari Sponsor

Satu Pegawai Kemenag Banyumas Meninggal Positif Covid-19, 23 Lainnya Ikuti Tes Swab Massal

Polisi Bubarkan Konvoi Massa di KPU Kabupaten Pekalongan, Baru Saja Tiba dan Geber Sepeda Motor

Kemudian dari 292 santri 203 swab telah keluar dengan hasil 127 santri dinyatakan positif sedangkan 76 santri dinyatakan negatif.

Sementara 89 santri lainnya masih menunggu hasil swab tes.

"Total santrinya 588, yang belum di swab 296 jika mereka dinyatakan positif akan dilakukan karantina."

"Sedangkan untuk mereka yang negatif akan dipulangkan," ujar Bupati Banyumas, Achmad Husein kepada Tribunpantura.com, Kamis (24/9/2020).

Mereka yang sudah dinyatakan positif Covid-19 akan dilakukan isolasi di gedung Diklat Baturraden.

Bupati Banyumas, belum memberikan keterangan lanjutan atas berita penambahan kasus positif covid-19 dari klaster pondok pesantren secara signifikan.

Diberitakan sebelumnya jika setelah muncul klaster covid-19 di perkantoran di Banyumas, kini Covid-19 merambah hingga ke pondok pesantren.

Para ASN di lingkungan Pemkab Banyumas masih melakukan Work From Home (WFH) atau kerja di rumah saja.

Bupati tidak memperbolehkan adanya rapat-rapat tatap muka, selama 14 hari kedepan, setelah ditemukannya kasus positif di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perumahan dan Permukiman Banyumas.

Menurut bupati tambahan konfirmasi positif setiap hari menjadi suatu hal yang biasa dan munculnya klaster-klaster baru ditanggapi sebagai sesuatu yang lumrah.

"Namun demikian masyarakat perlu tetap siaga dengan tetap melihat realita yang ada," pungkasnya. (*)

Inilah Identitas Korban yang Ditemukan Di Sungai Petungkriyono, Diduga Korban Pembunuhan

Pengaturan Jarak Antar Lapak di Pasar Trayeman Tidak Bisa Dilakukan Meski Pedagang Positif Covid-19

Angka Penderita Covid-19 Meningkat, Anggota DPRD Kota Tegal Justru Disebut Gelar Konser Dangdut

Update Virus Corona Kabupaten Tegal Bertambah 18 Orang, Satu Diantaranya Meninggal Dunia

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved