Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

Cerita Teguh Topo, Sarjana Komputer yang Sukses Bisnis Sapi Via Online saat Pandemi

Cerita Teguh Topo, Sarjana Komputer yang Sukses Bisnis Sapi Via Online saat Pandemi

KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Teguh Topo (29), warga Dusun Sidowayah, Desa Ploso, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri sukses berjualan sapi di masa pandemi. Satu bulan jebolan sarjana komputer UII meraup omzet hingga Rp60 juta. 

Untuk memaksimalkan pemasarannya, Teguh mengunggah video dagangannya ke akun YouTube dan Instagram dengan nama @sapi_pedia.

Khusus akun di YouTube, Teguh mengunggah video satu per satu sapi yang berisi spesifikasi, kualitas, postur, jenis sapi, umur, jenis kelamin, dan harga.

Bila ada pelanggan yang tertarik membeli dan menawar sapinya, cukup mengirim tangkapan layar video ke nomor WhatsApp.

Setelah itu, ia akan mengirimkan lengkap video sapi dari jarak dekat dan jarak jauh yang ditawar pembeli.

Setelah mencapai kesepakatan harga, pembeli wajib mentransfer uang muka sebagai tanda jadi minimal 5 persen.

Setibanya di lokasi, pembeli wajib melunasi sisa uang kekurangannya.

Omzet penjualan sapi tidak bisa ditentukan per bulannya.

“Omzet sekitar Rp40 hingga Rp60 juta,” kata Teguh.

Satu ekor sapi betina super usai empat bulan dijual minimal diharga Rp7 juta, sedangkan sapi jantan dengan usia yang sama dibanderol mulai Rp11 juta.

Untuk menstok sapi, Teguh berbelanja sapi setiap pasaran Jawa (Pahing) sekitar 30 ekor di Yogyakarta.

“Sehari bisa laku 20 ekor,” kata Teguh.

Dalam satu bulan, Teguh bisa menjual 200 ekor sapi.

Jenis sapi unggulan yang ditawarkan mulai dari simetal, limousin, hingga peranakan ongole (PO) Kebumen.

Berikan garansi

Untuk meyakinkan pembelinya, ia juga memberikan garansi uang kembali 100 persen bila sapi yang diterima tidak sehat.

Sapi yang sakit ditangani hingga sembuh dengan semua biaya ditanggung oleh Teguh.

“Saya berikan garansi sapi itu sampai mapan,” kata Teguh.

Garansi itu diberikan lantaran biasanya sapi yang sudah dibeli sampai rumah dalam kondisi stres.

Dari situ muncul beberapa gejala penyakit sehingga membutuhkan penanganan dokter hewan.

Meski ia jebolan sarjana komputer, Teguh sejak kecil sudah mengenal dunia persapian.

Apalagi, orangtua dan keluarganya banyak yang berkecimpung dalam bisnis jual beli sapi.

Hanya saja, transaksi jual belinya dengan model konvensional.

Saat pandemi tiba, omzet penjualan sapinya laku keras.

Maklum, banyak orang takut ke pasar mengingat makin masifnya penularan virus corona (Covid-19).

“Orang takut kerumunan akhirnya banyak yang beli di online,” kata Teguh. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Teguh Topo, Sarjana Komputer Asal Wonogiri Sukses Jualan Sapi via Daring

Alhamdulillah, 73 Santri Ponpes Karangsuci Purwokerto Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Mirip Odading, Roti Goreng Tegal Juga Ramai Diburu Pecinta Kuliner, Rasanya Gurih Ada Wijennya

Ini Strategi yang Dilakukan Pemkab Tegal untuk Menekan Risiko Penularan Covid-19

Ini Strategi yang Dilakukan Pemkab Tegal untuk Menekan Risiko Penularan Covid-19

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved