Berita Jateng

Apindo Jateng Berharap UU Cipta Kerja Dapat Memberikan Kemudahan Dalam Investasi

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah (Apindo Jateng), Frans Kongi mengatakan menyambut gembira adanya UU Cipta Kerja.

Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: Rival Almanaf
Tribun Pontianak
Ribuan masa aksi yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama elemen serikat buruh lainnya melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan pemberhentian hubungan kerja (PHK) di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2020). Aksi tersebut bukanlah menolak pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja namun menolak pengesahan draft RUU Cipta Kerja yang dikirim oleh pemerintah kepada DPR. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah (Apindo Jateng), Frans Kongi mengatakan menyambut gembira adanya UU Cipta Kerja.

Menurutnya, UU Cipta Kerja ini memberikan kemudahan untuk berinvestasi bagi para investor.

“Karena berkaca dari peraturan yang sebelumnya itu terlalu berbelit-belit dan tumpang tindih."

"Sehingga ini memberatkan dunia usaha,” ujar Frans ketika dihubungi Tribun Pantura Jumat, (9/10/2020).

Rumah Penyerang Juventus Ronaldo Dibobol Maling, Tak Disangka Barang Ini yang Jadi Incaran

Asrama Militer Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Solo, Ahyani: Semua Berpotensi

Pengusaha Heran Mahasiswa Demo UU Cipta Kerja, Waketum Kadin: Mereka Kan Butuh Kerja . . .

Menurut Frans, para investor akan tertarik untuk berinvestasi ke Indonesia, lantaran Indonesia memiliki daya saing yang baik dari segi pelayanan pemerintah, perizinan, dan kemudahan harga tanah.

Ia pun menilai, ketika nantinya sudah banyak investor yang berdatangan ke Indonesia, sudah pasti akan dapat menyerap para pekerja di Indonesia.

“Terlebih melihat angka pengangguran kita semakin tinggi apalagi dengan adanya kondisi covid-19 saat ini. Besar harapannya, dengan hadirnya para investor yang membuka usahanya di Indonesia dapat menyerap para pekerja kita,” terangnya.

Dengan adanya penyerapan tenaga kerja, Frans menuturkan akan meningkatkan daya beli masyarakat dan otomatis kesejahteraan pun turut meningkat.

Peluang ini dikatakan Frans sangat rugi apabila tidak dimanfaatkan, mengingat negara-negara lain pun juga berusaha untuk menggaet para investor untuk berinvestasi di masing-masing negaranya.

97 Orang Ditangkap, 4 Jadi Tersangka, Buntut Kericuhan Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di Jateng

Posting soal UU Cipta Kerja di Twitter Wanita Ini Ditangkap Polisi, Polri: Diduga Sebar Hoaks

Korban Luka Rombongan TGPF Kematian Pendeta Yeremia Bertambah, Kogabwilhan III: Ternyata 3 Orang

Terkait dengan adanya penolakan di masyarakat terhadap UU Cipta Kerja, Frans berharap kedepannya hal tersebut jangan sampai terjadi lagi.

“Karena kita ini negara hukum, jadi ada baiknya di selesaikan secara hukum, misalnya seperti mengajukan gugatan,” jelasnya.

Adapun UU Cipta Kerja ini dinilainya memiliki efek jangka panjang yang baik untuk kedepannya. Ia pun yakin seiring dengan berjalannya waktu, para pekerja di Indonesia dapat lebih sejahtera. (Ute)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved