Berita Jateng

Empat SMP Negeri di Rembang Dinilai Penuhi Syarat Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten Rembang telah meninjau simulasi pembelajaran tatap muka di empat SMP Negeri.

Editor: Rival Almanaf
Tribunpantura.com/Desa Leila Kartika
Siswa SDN Slawi Kulon 3, sedang mencuci tangan menggunakan sabun, saat jajaran polres Tegal mengadakan kegiatan edukasi tentang penerapan atau adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19, Selasa (18/8/2020). 

TRIBUN-PANTURA.COM, REMBANG - Pemerintah Kabupaten Rembang telah meninjau simulasi pembelajaran tatap muka di empat SMP Negeri.

Keempat SMPN tersebut ialah SMPN 1 Kragan, SMPN 1 Sale, SMPN 1 Pamotan, dan SMPN 1 Sumber.

Semuanya dinilai telah memenuhi syarat serta standar protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur usai meninjau simulasi di SMPN 1 Sale, Jumat (9/10/2020).

Update Virus Corona Karanganyar Jumat 9 Oktober 2020, Kecamatan Karanganyar Tertinggi

Apindo Jateng Berharap UU Cipta Kerja Dapat Memberikan Kemudahan Dalam Investasi

Rumah Penyerang Juventus Ronaldo Dibobol Maling, Tak Disangka Barang Ini yang Jadi Incaran

Asrama Militer Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Solo, Ahyani: Semua Berpotensi

Ia mengatakan, sekolah-sekolah yang ia tinjau telah memenuhi protokol kesehatan.

Beberapa indikator protokol kesehatan di antaranya pengukuran suhu tubuh sebelum masuk sekolah, penyediaan fasilitas cuci tangan dan penyanitasi tangan, pengaturan tempat duduk dengan jarak satu meter, serta pembatasan jam belajar.

"Kemudian wali murid juga sudah tanda tangan di atas materai bahwa mereka mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka," kata dia.

Ketika melakukan peninjauan, Imam memberi masukan kepada pihak SMPN 1 Sale untuk selalu melakukan penyemprotan disinfektan usai kelas digunakan.

Sebab, meja dan kursi yang ada dalam kelas tidak digunakan satu siswa saja, melainkan digunakan bergantian sesuai jadwal yang diatur.

Sementara, Kepala SMPN 1 Sale Anwar Sanusi mengatakan, pembelajaran tatap muka diatur dengan jadwal khusus.

Viral Emak-emak Boncengkan Puluhan Bebek Terobos Barikade Polisi saat Ada Aksi Demonstrasi

97 Orang Ditangkap, 4 Jadi Tersangka, Buntut Kericuhan Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di Jateng

Sambil Teriak Mati . . . Mati, Pria Paruh Baya di Kebumen Ini Bacok Tetangga karena Cemburu Buta

Posting soal UU Cipta Kerja di Twitter Wanita Ini Ditangkap Polisi, Polri: Diduga Sebar Hoaks

Hari Senin dan Selasa, pembelajaran diperuntukkan bagi kelas VII. Adapun Rabu dan Kamis Kelas VIII, sementara Jumat dan Sabtu untuk kelas IX.

"Dalam pembelajaran, siswa masing-masing kelas dibagi ke dua ruangan, misalnya kelas VII A1 dan VII A2, VII B1 dan VII B2, begitu seterusnya. Jadi kalau misalnya dalam kondisi normal ada 5 ruang kelas, dalam pembelajaran tatap muka selama pandemi ini jadi 10 ruang kelas," papar dia.

Anwar menambahkan, jumlah siswa di setiap ruang kelas selama pandemi ini berkisar antara 14 sampai 15 siswa. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved