Breaking News:

Berita Slawi

Wacana Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Meningkatkan Pengangguran, Begini Upaya Bupati Tegal

Bupati Tegal, Umi Azizah, memberikan tanggapannya mengenai rencana kenaikan tarif cukai rokok dalam waktu dekat ini.

Istimewa
Bupati Tegal, Umi Azizah, bersama perwakilan dari Kementerian Keuangan yang kali ini diwakili oleh Kepala KPP Pratama Pajak Tegal, Budi Raharjo, dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal, Nurhayati, saat melakukan penandatanganan MoU pinjam aset untuk kegiatan teman-teman Difabel Slawi Mandiri (DSM), Selasa (25/8/2020) di ruang rapat Bupati. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Bupati Tegal, Umi Azizah, memberikan tanggapannya mengenai rencana kenaikan tarif cukai rokok dalam waktu dekat ini.

Mengingat rencana tersebut, membuat sejumlah buruh pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kabupaten Tegal merasa khawatir dan resah.

Karena, jika tarif cukai naik, maka harga jual eceran SKT juga akan mengalami kenaikan. Sehingga berpengaruh dengan penjualan dan minat konsumen yang menurun.

Baca juga: Kurang Dari 24 Jam Dua Orang Meninggal Jadi Korban Tabrak Lari di Semarang, Polisi Buru Pelaku

Baca juga: Keadaan Ekonomi Sudah Membaik, Tiga Keluarga Penerima Program Keluarga Harapan di Tegal Undur Diri

Baca juga: Di Klaten ada Mie Ayam Cuma Rp 3.000, Penjual: Tetap Untung kok, Nggak Rugi

Baca juga: Sopir Truk Kabur Setelah Kendaraannya Melindas Gadis 20 Tahun Hingga Tewas di Jalur Pantura Semarang

Menanggapi rencana tersebut, Umi mengatakan, pihaknya akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Tegal.

Namun menurut Umi, sejak ada kabar mengenai rencana kenaikan tarif cukai rokok, ia sudah mendapat keluhan dari sejumlah karyawan perusahaan rokok di Kabupaten Tegal.

Mereka berharap dan meminta agar kenaikan tarif cukai ditiadakan.

"Sehingga nantinya akan kami kaji bersama masukan untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok, dengan tidak meninggalkan ketentuan yang ada."

"Kami tetap mempertimbangkan kearifan lokal, intinya nanti kami kaji bersama terlebih dahulu mengenai keputusan apa yang akan diambil," jelas Umi, pada Tribun-Pantura.com, Kamis (15/10/2020) kemarin.

Umi pun menyadari, jika keputusan menaikkan tarif cukai rokok ini ditetapkan, maka bisa mengancam nasib ribuan buruh pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT). Dan menambah angka pengangguran di Kabupaten Tegal.

Maka dari itu, pihaknya juga mengupayakan untuk berembug atau berdiskusi lagi dengan kepala Disperinaker Kabupaten Tegal.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved