Breaking News:

Berita Jateng

Karimunjawa Kembali Dibuka, Disporapar Jateng Bantu Sarana Protokol Kesehatan untuk Pelaku Usaha

Karimunjawa Kembali Dibuka, Disporapar Jateng Bantu Sarana Protokol Kesehatan untuk Pelaku Usaha

Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Mamduk Adi P
Wisatawan menikmati senja di Karimunjawa. Foto diambil saat sebelum pandemi corona melanda Indonesia. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Wisata Taman Nasional Karimunjawa, Jepara, telah dibuka kembali untuk aktivitas pariwisata mulai 16 Oktober 2020.

Sebelumnya, destinasi wisata ini sempat ditutup karena terdampak pandemi virus Covid-19 atau Korona.

Dalam rangka reaktivasi pariwisata Karimunjawa tersebut, Pemerintah Jawa Tengah melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, akan menyalurkan sarana protokol kesehatan berupa 500 lembar masker dan 500 faceshield kepada pelaku usaha pariwisata di Karimunjawa.

Baca juga: Hasil Liga Inggris: Blunder Kepa Nodai Gol Perdana Warner, Chelsea Gagal Raih Pon Penuh di Kandang

Baca juga: Siswa SMA Rekam Aksi Bunuh Diri, Keluhkan Sinyal Internet Buruk hingga Tugas Daring Menumpuk

Baca juga: Bobol Warung Bakso di Ungaran, Pencuri Gondol 300 Pentol, Sempat Masak dan Tinggalkan Celana Kotor

Baca juga: Dua Kali Kabur dari Penjara, Cai Changpang Terpidana Mati Narkotika Asal China Ditemukan Tewas

"Kami berharap dengan reaktivasi pariwisata Karimunjawa dapat berjalan dengan tertib, sehingga zona hijau di Karimunjawa tetap terjaga," kata Kepala Disporapar Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi, dalam rilis kepada Tribunpantura.com, Minggu (18/10/2020).

Pada tahap selanjutnya, juga akan disalurkan bantuan protokol kesehatan menggunakan Dana Insentif Daerah yang merupakan reward bagi pemenang lomba inovasi daerah pada masa adaptasi kebiasaan baru yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sinoeng menuturkan, upaya tersebut dilakukan sebagai upaya memulihkan ekonomi pariwisata di Karimunjawa di masa pandemi Covid-19 ini.

Tak hanya itu saja, Disporapar Jawa Tengah juga telah melakukan langkah-langkah kongkrit lainnya dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

Di antaranya, Disporapar Jawa Tengah memberikan izin bagi Paguyuban Biro Perjalanan Wisata Karimunjawa untuk memanfaatkan gedung TIC yang berada di Hotel Karimunjawa Inn sebagai sekretariat sementara bagi relawan pengawasan protokol kesehatan.

"Kami juga mendorong citizen journalism sebagai peran serta masyarakat untuk mengawasi protokol kesehatan dalam reaktivasi wisata Karimunjawa," ucapnya.

Menurutnya, dengan citizen journalism diharapkan ada partisipasi aktif dari masyarakat guna mengawal dibukanya destinasi wisata Karimunjawa sesuai dengan protokol kesehatan.

Apabila ditemukan pelanggaran dapat ditindaklanjuti atau diperbaiki dan jika dipandang perlu dihentikan sementara guna evaluasi. Sehingga masyarakat juga menjadi trigger motivasi bagi destinasi lainnya.

"Kami berharap seluruh pengampu dan pihak terkait kepariwisataan dapat berkerjasama yang konstruktif untuk kebangkitan dunia pariwisata secara bertahap di Karimunjawa maupun Jawa Tengah pada umumnya," harapnya. (nal)

Baca juga: Kisah Rizal, Pelajar SMK di Lombok Nikahi Dua Gadis dalam Waktu 1 Bulan, Calon Madu Dikira Tamu

Baca juga: Pesan Kepala BKPM soal Pembangunan KIT Batang, Bahlil: Wajib Libatkan Sub Kontraktor Lokal

Baca juga: Jurnal Keuangan Raja Kretek Kudus Nitisemito Ditemukan di Belanda, Kurator: Asli, Bukan Salinan

Baca juga: Hasil Liga Inggris: Liverpool vs Everton Imbang 2-2, Adrian Tak Mampu Antisipasi Bola Sundulan

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved