Penanganan Corona

455 Pengawas Pemilu di Kabupaten Pekalongan Jalani Rapid Test, Bawaslu: Deteksi Dini Corona

455 Pengawas Pemilu di Kabupaten Pekalongan Jalani Rapid Test, Bawaslu: Deteksi Dini Corona

Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
455 pengawas Pemilu Kabupaten Pekalongan menjalani rapid test di RSUD Kajen. 

TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Ratusan jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan menjalani rapid test.

Rapid digelar sebagai rangkaian dalam pelaksanaan Pilkada Kabupaten Pekalongan 9 Desember 2020 mendatang.

Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Nur Anis Kurlia mengatakan, petugas yang menjalani rapid test hari ini mencapai 455 orang.

Baca juga: Kisah Muhadi Ayah Dedy Yon, Nyantri di Ciwaringin, Jadi Kondektur Bus hingga Dirikan Dedy Jaya Grup

Baca juga: Hanya Buka di Kecamatan Doro, Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Pekalongan Selasa 20 Oktober 2020

Baca juga: Tersangka Kasus Senjata Api Ilegal, Mantan Danjen Kopassus Soenarko Segera Diperiksa Polisi

Baca juga: Pengusaha Inginkan UMK 2021 Naik 0 Persen, Buruh Bikin Tenda Perlawanan di Kantor Disnaker Jateng

Terdiri dari pengawas desa, panitia pengawas kecamatan (panwascam) hingga jajaran bawaslu di tingkat kabupaten.

"Ratusan pengawas menjalani rapid tes ini di RSUD Kajen," kata Anis kepada Tribunpantura.com, Senin (19/10/2020).

Pemeriksaan ini dilakukan, guna mendeteksi lebih dini potensi penyebaran virus corona di kalangan penyelenggara pilkada.

Menurutnya, dalam menjalankan tugasnya, pengawas berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga rapid ini penting untuk dilakukan mengingat salah satu tugas pengawas yaitu melakukan pengawasan terhadap protokol kesehatan yang dilakukan oleh jajaran KPU atau penyelenggara maupun peserta pemilu.

"Sehingga kita memastikan terlebih dahulu jajaran pengawas dalam keadaan sehat, dan tidak terpapar virus Covid-19."

"Artinya supaya tidak menularkan ke masyarakat dan tidak ada kluster baru di Pilkada 2020 ini," ujarnya.

Pihaknya berharap, seluruh kegiatan rapid tes ini berjalan dengan baik dan hasilnya semua non reaktif.

Sehingga, dapat melanjutkan tugas pengawasan sampai dengan akhir tahapan Pilkada.

"Namun apabila ditemukan hasil yang reaktif, maka kita tetap mengikuti arahan dari dinas kesehatan dan yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu sembari menunggu instruksi dari pihak terkait."

"Dalam melakukan tugasnya, seluruh jajaran pengawas Kabupaten sampai dengan pengawas TPS sudah dibekali dengan Alat Pelingung Diri (APD) lengkap," tambahnya. (dro)

Baca juga: Tersangka Kasus Konser Dangdut di Tegal Bersyukur, Wasmad: Alhamdulillah Tak Ada Klaster Baru

Baca juga: Pengisian Jabatan Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan dari PDIP, Sekwan: Tunggu SK Gubernur

Baca juga: Tak Ada Mahasiswa yang Diundang Acara Tolak Aksi Anarkisme, Aktivis IPNU Batang Protes

Baca juga: Ketua DPRD Batang Mengaku Terpaksa Suarakan Penolakan UU Cipta Kerja, Maulana: Percaya Pemerintah

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved