Breaking News:

Berita Blora

Kisah Jati Denok di Hutan Blora Dikeramatkan Warga, Ada Legenda Putri Gumeng Tolak Lamaran Raja

Kisah Jati Denok di Hutan Blora Dikeramatkan Warga, Ada Legenda Putri Gumeng Tolak Lamaran Raja

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Rifqi Gozali
Seorang warga sedang menyaksikan Jati Denok yang berada di kawasan hutan di KPH Randublatung, Blora. Ada legenda Putri Gumeng yang menolak lamaran Raja di balik cerita pohon jati yang dikeramatkan warga ini. 

TRIBUNPANTURA.COM, BLORA - Tingginya menjulang sampai sekitar 30 meter. Pangkalnya batangnya membesar semacam benjolan. Sementara keliling batangnya mencapai sekitar 6,5 meter.

Begitulah perwujudan pohon jati yang dinamai Jati Denok.

Saat Tribunpantura.com ke sana, Rabu (28/10/2020), musim kemarau hampir purna. Daun Jati Denok berguguran.

Sedangkan daun muda mulai tumbuh di pucuk dahan sang jati.

Baca juga: Kontorversi Karikatur Nabi Muhammad, Media Iran Gambarkan Presiden Macron sebagai Iblis

Baca juga: AC Milan vs AS Roma, Banyak Hasilkan Keputusan Kontroversial Wasit Giacomelli Dirumahkan Sebulan

Baca juga: Rincian UMK di Jateng Bila Tak Ada Kenaikan pada 2021, Kota Semarang Teratas Wonogiri Terendah

Baca juga: Begini Skenario Pengelola Objek Wisata Guci Kendalikan Membludaknya Pengunjung saat Libur Panjang

Ia memang tampak lebih besar dan perkasa. Lipatan pada batangnya seolah menjadi pertanda bahwa ialah yang tertua dibanding pohon jati di sekelilingnya.

Pagar kayu menjadi tanda bahwa Jati Denok yang tumbuh di petak 62 B, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Temetes, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanjang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung menyimpan cerita tersendiri.

Meski pagar kayu tersebut terlihat sudah rusak di beberapa bagian, sehingga tidak genap mengelilingi sang pohon.

Untuk sampai ke Jati Denok dari arah Kota Blora ke selatan atau ke arah Randublatung.

Sesampainya di kawasan Hutan Semanggi, ambil arah Desa Jatiklampok masuk ke area hutan sekitar 4,2 kilometer dengan jalan batu yang cukup terjal.

Jati yang tumbuh ini memang berada di tengah hutan. Letaknya cukup jauh dari permukiman warga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved