Breaking News:

Berita Batang

Petani Kentang di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang Kuwalahan Atasi Hama Cacing Emas

Petani kentang di dataran tinggi Kabupaten Batang, tepatnya di Kecamatan Bawang, keluhkan terkait hama cacing emas.

Penulis: budi susanto | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Petani kentang di Dukuh Sigemplong, Desa Peranten, Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, tengah beristirahat di ladang kentang usai melakukan pemupukan, Kamis (29/10/2020). 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Petani kentang di dataran tinggi Kabupaten Batang, tepatnya di Kecamatan Bawang, kewalahan menghadapi hama cacing emas.

Hama tersebut sangat merugikan para petani karena dampaknya menurunkan produksi kentang.

Menurut para petani, cacing emas melanda pertanian kentang di Kecamatan Bawang sejak empat tahun terakhir.

Hingga kini, petani kentang belum menemukan cara untuk mengatasi hama cacing emas yang menurunkan produktivitas pertanian kentang.

Baca juga: 3 Alat Peringatan Dini Bencana di Kabupaten Pekalongan Rusak

Baca juga: Peringati Maulid Nabi, Wawali Tegal Jumadi Ajak Masyarakat Perbanyak Zikir dan Doa di Masa Pandemi

Baca juga: Tak Terhalang Usia, Pasangan Berumur Kepala Lima Ini Touring Jawa - Sumatra Mengendarai Motor

Baca juga: Libur Panjang, Arus Lalu Lintas di Pantura Pekalongan Masih Lancar

Menurut Yono, Ketua Gapoktan Sumber Makmur, Dukuh Sigemplong, Desa Peranten, Kecamatan Bawang, adanya hama cacing mas menurunkan produktivitas kentang hingga 40 persen.

"Sebelum adanya hama produktivitas kentang bisa mencapai 25 ton dalam satu hektar, namun sekarang hanya bisa 15 ton dalam satu tahun," jelasnya, Kamis (29/10/2020).

Dilanjutkannya, solusi terkait hama cacing emas hingga kini belum ditemukan oleh petani.

"Kami akui pertanian kentang di sini tidak seperti tanaman lainya, mungkin karena itu dinas terkait juga tidak fokus membantu mengatasi hama tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, Dispaperta Kabupaten Batang memang membantu para petani kentang di Kecamatan Bawang, tapi bantuan itu berupa bibit.

"Kalau bantuan khusus untuk penanganan hama hingga belum ada," terangnya.

Di tengah pandemi Covid-19, Yono menambahkan, harga kentang tetap stabil di angka Rp 8 ribu perkilogram.

Baca juga: Berikut Lokasi Rawan Banjir dan Longsor di Kabupaten Pekalongan

Baca juga: Warga Rowosari Tembalang Semarang Tewas Dihantam Eskavator saat Sedang Bersantai di Depan Rumah

Baca juga: Dinkop UKM Jateng Berkolaborasi Dengan Hetero Space Ciptakan Program Pemberdayaan Anak Muda Kreatif

Baca juga: Cek Objek Wisata saat Libur Panjang, Ganjar Minta Pengelola Perhatikan Protokol Kesehatan

"Harga kentang masih stabil, dari tahun lalu hingga kini masih Rp 8 ribu perkilogramnya," imbuhnya.

Ia berharap, segera ada solusi untuk penanganan hama cacing emas yang melanda petani kentang di Kecamatan Bawang.

"Ya kalau ada solusi kami yakin pasti pertanian bangki seperti beberapa tahun lalu, bahkan kentang dari sini sampai diekspor ke Malaysia," tambah Yono. (bud)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved