Berita Slawi

Sekda Minta Camat di Kabupaten Tegal Petakan Daerah Rawan Bencana: La Nina Harus Diantisipasi

Sekda Minta Camat di Kabupaten Tegal Petakan Daerah Rawan Bencana: La Nina Harus Diantisipasi

Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Rapat Koordinasi Persiapan Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam di Kabupaten Tegal, di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Rabu (4/11/2020) kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono, memerintahkan para camat beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menginventarisasi daerah yang rawan bencana di wilayah masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Joko, saat acara Rapat Koordinasi Persiapan Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam di Kabupaten Tegal, di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Rabu (4/11/2020) kemarin.

"Saya imbau para camat dibantu para kades untuk menginventarisir mana saja titik-titik yang rawan."

Baca juga: Duduk Perkara Pencopotan Dandim 0736/Batang, dari Laporan Ayu Intan hingga Warga Duduki Makodim

Baca juga: Di Blora, Guru di Sekolah yang Akan Dibuka Belajar Tatap Muka Dirapid Test

Baca juga: Viral Remaja Pemulung Baca Al Quran di Emperan Toko, Ternyata Sedang Mencari Ibunya ke Berbagai Kota

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari ini, Mengalami Penurunan Rp 4.000 Berikut Daftar Lengkapnya

"Di samping itu juga harus ada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," kata Joko, dalam rilis yang diterima Tribunpantura.com, Kamis (5/11/2020).

Menurut Joko antisipasi kebencanaan merupakan tanggung jawab bersama.

Dirinya mencontohkan tumpukan sampah yang terdapat di Kali Kemiri Kecamatan Dukuhturi.

Di bawah jembatan banyak sekali sampah yang menggunung, dari sampah plastik hingga bambu dan kasur.

Masyarakat seharusnya dapat disiplin dalam membuang sampah karena kebiasaan membuang sampah akan mengakibatkan banjir dan longsor.

Lebih lanjut, Joko mengatakan akan ada fenomena La Nina yang menyebabkan intensitas curah hujan tinggi.

"Fenomena La Nina harus kita antisipasi. Mulai dari membersihkan gorong-gorong serta merawat lingkungan serta menanam pohon," pesan Joko.

Sementara itu, Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal, Kaharudin menjelaskan, fenomena La Nina yaitu mendinginnya suhu muka laut dari rata-rata di Samudera Pasifik Timur, hingga Tengah Ekuatorial diikuti dengan penguatan angin pusat timuran.

La Nina juga menyebabkan bersegernya aktivitas konvektif seperti awan, petir, hujan, dari Samudera Pasifik Tengah ke wilayah Indonesia.

"Gejala La Nina sudah terjadi. Musim penghujan sudah tiba lebih cepat dari biasanya. Puncak La Nina diprediksi akan terjadi di bulan Januari 2021 mendatang," ungkapnya.

Kaharudin berpesan kepada masyarakat untuk bersiap menghadapi fenomena La Nina.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved