Breaking News:

Berita Regional

Petani Pantura Kepung Truk Pupuk Bersubsidi dan Turunkan Muatannya, Bupati Tuban: Jangan Diulangi

Petani Pantura Kepung Truk Pupuk Bersubsidi dan Turunkan Muatannya, Bupati Tuban: Jangan Diulangi

KOMPAS.com/Istimewa
Puluhan Petani kembali mengadang kendaraan truk pengangkut pupuk bersubsidi yang melintas di jalan raya Merakurak - Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kamis (5/11/2020). 

"Pendistribusian pupuk bersubdisi sekarang aturannya sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan kelompok tani," jelasnya, Jumat (23/10/2020).

Pengadangan truk pupuk bersubdisi, menurut Murtadji terjadi karena kesalahpahaman tentang isu kelangkaan pupuk bersubsidi.

Sehingga petani khawatir tak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi.

"Ada kesalahpahaman pada petani yang melakukan pengadangan distribusi pupuk bersubsidi tersebut," kata Murtadji.

Ia menyebut walaupun ada pengadangan, distribusi pupuk bersubsidi tetap dilanjutkan.

Saat ini Murtadji mengaku telah meminta distributor segera menyalurkan pupuk bersubsidi ke kios-kios.

"Saya harap petani tidak melakukan itu, karena stok cukup, kemudian saya juga harap distributor agar segera mendistribusikan pupuk ke kios-kios," jelasnya.

Berdasarkan data DPKP Tuban alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2020 untuk realokasi tahap ke II sebanyak 134,735 ton yang terdiri dari Urea sebanyak 51,566 ton, SP36 sebanyak 7.068 ton, NPK sebanyak 36.777 ton, ZA sebanyak 10.798 ton, dan pupuk organik sebanyak 28.526 ton.

Pupuk bersubsidi untuk petani yang telah terdaftar

Sementara itu Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana menjelaskan pupuk bersubsidi hanya diperuntukan bagi petani yang telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Pupuk tersebut disalurkan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 27 Tahun 2020.

"Penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan perseroan secara tertutup sesuai alokasi, dan hanya kepada para petani yang terdaftar dalam kelompok tani dan teregistrasi dalam sistem e-RDKK yang dikelola Kementerian Pertanian," ujar Wijaya, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (10/11/2020).

Untuk mengantisipasi kebutuhan pupuk, maka pihak Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk non subsidi di kios-kios resmi.

Sementara itu, untuk menghindari pupuk paslu, ia mengimbau agar petani hanya mmebeli pupuk bersubsidi di kios resmi.

"Kami imbau petani yang sudah terdaftar dalam e-RDKK agar dapat menebus langsung pupuk bersubsidi di kios atau pengecer resmi, agar petani memperoleh pupuk yang sesuai kualitas dan sesuai HET (harga eceran tertinggi)," ucap dia.

Wijaya juga menyebut, stok pupuk bersubsidi di Tuban untuk saat ini terjaga dalam posisi di atas ketentuan minimum.

Total stok di Tuban tersedia sebanyak 4.681 ton, sementara untuk Provinsi Jawa Timur 203.640 ton.

Ciri-ciri pupuk bersubsidi

Ia menjelaskan Pupuk Indonesia telah memiliki strategi untuk mencegah penyimpangan terkait pupuk bersubsidi.

Menurutnya, pencirian pupuk bersubsidi adalah dengan warna khusus, bag code, termasuk penyaluran tertutup yang berdasarkan e-RDKK.

Selain itu, pupuk bersubsidi juga memiliki ciri pada kemasan di bagian karung, terdapat tampilan logo Pupuk Indonesia di bagian depan karung, serta bertuliskan 'Pupuk Bersubsidi Pemerintah'.

Pada kemasan juga tercantum nomor call center, logo SNI, nomor izin edar di bagian depan, serta memiliki bag code dari pihak produsen.

Sementara untuk pelaksanaan penyaluran selama ini, Pupuk Indonesia didukung oleh lima anak perusahaan.

Yakni, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang dan PT Pupuk Kaltim. Didukung 1.226 mitra distributor dan 33.804 kios pupuk di seluruh Indonesia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Menyoal Pengepungan Truk Pengangkut Pupuk Bersubsidi di Tuban, Petani Khawatir Jelang Musim Tanam

Baca juga: Hari Ini Gatot Nurmantyo Terima Penghargaan Bintang Mahaputera, Mahfud MD: Pemerintah Dilema

Baca juga: Produsen Madu Palsu Ini Raup Untung Rp8 Miliar, Polisi: Sekali Produksi Omsetnya 600 Juta Rupiah

Baca juga: Misteri Wanita Tewas di Ranjang Hotel Surabaya, Ditemukan Pesan Layanan Plus-plus di Ponselnya

Baca juga: Terdakwa Suap PDAM Minta Sekda Kudus dan Plt Bupati Dihadirkan dalam Sidang, Ini Alasannya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved