Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

Siap-siap, Sepeda Impor akan Kembali Membanjiri Pasar Tanah Air pada Bulan Ini

Siap-siap, Sepeda Impor akan Kembali Membanjiri Pasar Tanah Air pada Bulan Ini

Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Idayatul Rohmah
Pengunjung melihat-lihat sepeda di Gerai Rodalink jalan Brigjen Katamso, Semarang, Rabu (10/6/2020). 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) mengungkapkan, pada bulan November 2020 ini, industri sepeda tanah air bakal kembali kebanjiran sepeda dari luar negeri.

Sebab, izin impor sepeda sudah kembali diterima sejumlah importir.  

Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian Perdagangan mengatur importasi sepeda dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 68 Tahun 2020 jo No. 78 Tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Alas Kaki, Elektronik Serta Sepeda Roda Dua dan Roda Tiga. 

Baca juga: Subsidi Gaji Termin II Sudah Mulai Cair, tapi Wajib Pajak Tak akan Lagi Dapatkan BLT Pekerja

Baca juga: Petani Pantura Kepung Truk Pupuk Bersubsidi dan Turunkan Muatannya, Bupati Tuban: Jangan Diulangi

Baca juga: Mengenal Molase atau Tetes Tebu, Bahan Pakan Ternak Campuran Madu Palsu yang Buruk untuk Kesehatan

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Mengalami Penurunan Rp2.000, Berikut Daftar Lengkapnya

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menyatakan, sejak diterbitkannya peraturan tersebut, Kemendag telah menerbitkan 43 Surat Persetujuan Impor (SPI) sepeda.

"Sejak berlakunya ketentuan impor sepeda, volume importasi sepeda yang telah diberi ijin masuk ke Indonesia kira-kira sebanyak 3 juta unit sepeda," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (9/11).

Adapun izin importasi ini hanya untuk produk sepeda yang telah diatur dalam Permendag No 68 tahun 2020  yaitu sepeda roda dua dan sepeda lainnya (termasuk sepeda roda tiga untuk pengantar), tidak bermotor dengan Pos Tarif/HS 8712. 

Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo mengatakan, impor kuota sepeda ini rata-rata untuk produk murah dan menengah dengan rincian harga,  produk murah senilai Rp1 juta - Rp2 juta dan menengah seharga Rp2,5 juta - Rp5 juta. 

"Maka dari itu di November ini, pasar akan kembali diwarnai dengan sepeda-sepeda impor karena kuota impor sepeda sudah dikeluarkan izinnya oleh Kementerian Perdagangan," jelasnya. 

Adapun surat kuotanya baru keluar di pertengahan Oktober lalu.

Setelah importir mendapatkan izin tersebut, butuh waktu 3minggu-4 minggu hingga produknya sampai di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved