Breaking News:

Liga 1

Tidak Hanya Manajemen, Suporter PSIS Juga Rugi Finansial Akibat Liga 1 Ditunda

Rupanya bukan hanya klub peserta kompetisi Liga 1 yang mengalami kerugian di masa pandemi covid-19, yang berujung penghentian kompetisi tahun ini.

Tribun-pantura.com/ Franciskus Ariel
Aksi Panser Biru saat mendukung langsung perjuangan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Liga 2, November 2017 silam. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG-

Rupanya bukan hanya klub peserta kompetisi Liga 1 yang mengalami kerugian di masa pandemi covid-19, yang berujung penghentian kompetisi tahun ini.

Krisis juga  berimbas pada komunitas suporter.

Satu di antaranya adalah kelompok suporter PSIS Semarang Panser Biru.

Imbas dari penundaan kompetisi berdampak pada sejumlah kegiatan rutin Panser Biru.

Baca juga: Pemkab Kendal Segera Bangun Pasar Darurat untuk Pedagang Pasar Weleri

Baca juga: Ketika Guru Honorer Ngadu ke Pjs Bupati Purbalingga, Minta Gaji Disetarakan UMK

Baca juga: Dua Truk Pertamina Saling Bertabrakan di Jalan Raya Patikraja Banyumas, Ini Sebabnya

Baca juga: Kera Liar Serang Areal Pertanian, Warga di Kabupaten Semarang Usir Pakai Petasan

Termasuk juga penjualan merchandise Panser Biru, yakni Panser Biru Store yang berlokasi di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.

"Dari sisi bisnis, omset penjualan Panser Biru Store menurun drastis selama pandemi COVID-19. Bila dulu bisa 100 persen, sekarang hanya tinggal 10 hingga 20 persen penjualannya," kata Ketua Umum Panser Biru, Kepareng Wareng seperti dikutip dari akun youtube PSIS TV.

"Kerugian lain paling terasa ya tidak ada kegiatan di korwil-korwil Panser Biru. Dulu setiap pekan ada kegiatan, sekarang paling ya kalau ada ulang tahun korwil, itu juga dibatasi jumlah orangnya," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Panser Biru, Galih Ndog menuturkan dampak dari penghentian kompetisi turut dirasakan secara psikologis bagi suporter.

Baca juga: Seorang Perempuan di Boyolali Akhiri Hidup dengan Cara Gantung Diri, Tak Ada Tanda Kekerasan

Baca juga: Ditemukan Bekas Luka di Kepala Wanita yang Ditemukan Meninggal di Semarang

Baca juga: Terduga Pelaku Penyebar Video Mirip Gisel Ditangkap, Polisi: Iya, Sudah Ditahan

Baca juga: Perampokan Terjadi di Blora, Penghuni Rumah Diikat dan Dipukuli

"Tidak ada sepak bola pasti hambar bagi suporter. Dulu setiap minggunya bertemu teman-teman, dukung tim kebanggaan PSIS. Sampai saat ini liga juga belum bergulir, sampai kapan juga belum tahu," kata Galih.

"Dampaknya juga ke segala lini, dari UMKM yang kecil sampai besar, jajaran pemain tim PSIS Semarang, hingga rekan-rekan media ikut terpengaruh," pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved