Breaking News:

Berita Regional

Berawal dari Kebun Angker, Warga Bantaran Sungai Sinoman Sulap Kali Kumuh Jadi Habitat 15.000 Ikan

Berawal dari Kebun Angker, Warga Bantaran Sungai Sinoman Sulap Kali Kumuh Jadi Habitat 15.000 Ikan

Editor: yayan isro roziki
KOMPAS.COM/MOH. SYAFIƍ
Warga yang tinggal di bantaran Sungai Sinoman, Kota Mojokerto Jawa Timur, menebarkan pakan ikan ke sungai, Jumat (13/11/2020). Sejak 6 bulan lalu, sungai tersebut dimanfaatkan untuk memelihara ikan sekaligus untuk menjaga agar sungai tidak menjadi tempat pembuangan sampah. 

Berawal dari kebun angker yang ditumbuhi ilalang dan belukar hingga ketinggian 2 meter, warga di bantaran Sungai Sinoman, Kota Mojokerto, kemudian menyulap kali kumuh yang membelah permukiman mereka menjadi habitat bagi ribuan ekor ikan. Kini lingkungan mereka bersih dan asri.

TRIBUNPANTURA.COM - Sebuah sungai di Kota Mojokerto, Jawa Timur, menyajikan pemandangan unik karena tampak bersih dan asri.

Selain itu, sungai yang membelah kawasan permukiman penduduk dari dua kelurahan tersebut juga terdapat ribuan ikan yang hidup di sana.

Pemandangan tersebut tersaji di Sungai Sinoman, yang berada di lingkungan RT 004 RW 006, Dusun Sinoman, Kelurahan Miji, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Baca juga: Nikahkan Putrinya, Rizieq Shihab Undang 10.000 Orang di Masa PSBB Transisi, Satu Ruas Jalan Ditutup

Baca juga: Gaji Pemain Belum Dibayar, Lazio Malah Beli Pesawat, Luis Alberto Marah-marah

Baca juga: Saat Hujan Sore Hari, Mobil Calya Ini Nyemplung ke Sawah di Kemangkon, Hebohkan Warga Purbalingga

Baca juga: Nekat, Dua Sejoli Ini Satroni Rumah Polisi, Gondol Sepeda Motor Anggota Polri, Begini Akhirnya

Pantauan Kompas.com, terdapat belasan keramba budidaya ikan di Sungai Sinoman yang dihiasi dengan aneka warna dan jenis ikan.

Di sungai itu, tampak beberapa jenis ikan dengan ukuran kecil hingga besar berenang dan kadang timbul tenggelam di antara aliran sungai.

Ketua RW 006 Iksan mengungkapkan, kondisi Sungai Sinoman yang membentang dari arah barat ke timur Dusun Sinoman berubah pada tahun 2020.

Sebelumnya, Sungai Sinoman akrab dengan suasana kumuh, menjijikkan karena dipenuhi sampah, serta bau tidak sedap kala musim kemarau.

"Dulu tidak seperti ini. Dulu kumuh dan banyak sampah," kata Iksan saat menemani Kompas.com berkeliling melihat-lihat kondisi Sungai Sinoman, Jumat (13/11/2020).

Sembari menebarkan pakan ikan ke sungai, Iksan menunjukkan beberapa keramba budidaya ikan dengan usia dan prakiraan berat ikan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved