Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

Wow! Harga Gas Elpiji di Daerah Ini Capai Rp1,5 Juta Per Tabung, Itu Masih Indonesia?

Wow! Harga Gas Elpiji di Daerah Ini Capai Rp1,5 Juta Per Tabung, Itu Masih Indonesia?

Editor: yayan isro roziki
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Foto seorang pekerja tengah membereskan tabung gas elpiji 12 kg di salah satu toko di kawasan Mampang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPANTURA.COM, NUNUKAN – Harga sebuah elpiji 14 kilogram di daerah perbatasan, daerah terluar Indonesia mencapai Rp1,5 juta.

Ya, itu harga elpiji di daerah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Camat Krayan Barat, Dawat Udan mengatakan, harga tersebut melambung tinggi karena biaya buruh gendong serta efek dari lockdown Malaysia.

Baca juga: Viral Video Syur Dokter Bersama Bidan, Fakta Baru Terungkap Sang Dokter Juga Selingkuhi Wanita Lain

Baca juga: Revitalisasi Pedagang Kios Renteng Sragen Belum Ada Kejelasan

Baca juga: Kisah Pantang Menyerah Pasutri Akhirnya Miliki Anak Perempuan Setelah 15 Kali Melahirkan

Baca juga: Begini Cara Barbershop di Tegal Terapkan Prokes, Kapster dan Pelanggan Pakai Masker

Adapun 98 persen barang kebutuhan warga Krayan berasal dari Malaysia.

"Kalau harga gasnya sekitar Rp800.000, untuk membayar buruh gendong sekitar Rp700.000, jadi elpiji itu satu tong harganya Rp1,5 juta di sini," ujar Dawat saat dihubungi, Sabtu (14/11/2020).

Dawat menjelaskan, buruh akan mengambil tabung elpiji kosong untuk dibawa dengan sepeda motor ke perbatasan RI–Malaysia di Long Mekang.

Mereka akan menunggu kapal kecil jenis ketinting di pinggir sungai dengan luas sekitar 30 meter yang merupakan wilayah Malaysia.

Kapal jenis ketinting tersebut datang dengan tabung elpiji siap pakai, lalu menukar tabung elpiji kosong yang dibawa buruh gendong.

Dari pinggir sungai di Long Mekang yang masih wilayah Malaysia, buruh akan menggendong elpiji dengan Bekang (sejenis alat gendong suku dayak Lundayeh).

Elpiji diikatkan di punggung dan mereka akan mendaki gunung sekitar dua jam.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved