Breaking News:

Berita Slawi

81 Orang Jalani Tes Swab, Pasar Suradadi Kabupaten Tegal Belum Ditetapka Sebagai Klaster Baru

Kepala Dinkes Kabupaten, Hendadi Setiadji menyebut Pasar Suradadi belum bisa disebut sebagai klaster.

Istimewa
Pelaksanaan tes swab massal di halaman depan pasar Suradadi Kabupaten Tegal pada Rabu (18/11/2020) kemarin. Tes swab ini dilakukan setelah dua pedagang di pasar tersebut dinyatakan positif Covid-19.  

TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Kepala Dinkes Kabupaten, Hendadi Setiadji menyebut Pasar Suradadi belum bisa disebut sebagai klaster. Karena hasil tes swab masal yang diikuti oleh sekitar 81 pedagang ini belum keluar.

Meski dari target sekitar 694 pedagang hanya terealisasi 81 orang saja yang mengikuti tes swab

Namun Hendadi mengatakan jumlah tersebut sudah bisa mewakili, sehingga pihaknya belum akan melaksanakan tes swab lanjutan.

Baca juga: 278 Karyawan di Kabupaten Pemalang Terkonfirmasi Covid-19

Baca juga: Jangan Mengadu ke Medsos, Lapor ke Petugas Bila Belum Dapat Bantuan

Baca juga: Sulit Memahami Integral Matematika? Coba Kenali Hambatan Kognitif Berikut Ini

Baca juga: Warga Delta Asri Mijen Masih Was-was Banjir Bandang Susulan

 

Disebut bisa mewakili karena mereka yang mengikuti tes swab acak di bebeapa titik yang ada di area pasar Suradadi.

"Kalau ternyata hasil swab yang 81 orang ini sudah keluar dan ditemukan lagi yang terkonfirmasi positif Covid-19. Maka kami laksanakan lagi tes swab dengan jumlah lebih banyak. Dan tidak menutup kemungkinan pasar ditutup 3 hari untuk penyemprotan disinfektan, dan yang dinyatakan positif Covid-19 bisa isolasi mandiri," urai Hendadi, pada Tribun-Pantura.com, Jumat (20/11/2020).

Dikatakan, untuk kasus penemuan pedagang di pasar Suradadi yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu ada dua orang.

Maka dari itu tim Gugus Tugas setempat langsung berkoordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten dan Dinkes Kabupaten Tegal. Setelahnya langsung bergerak melakukan tes swab masal pada Rabu (18/11/2020) kemarin.

Baca juga: Tim Verifikasi Jateng Nilai TP PKK Kalinyamatwetan Kota Tegal

Baca juga: Petani Desa Plumbon Kabupaten Batang, Temukan Uang Puluhan Juta Yang Tersebar di Aliran Irigasi

Baca juga: Bupati Mundjirin Sebut Kasus Corona di Kabupaten Semarang Tembus 1.900 Orang

Baca juga: Kabar Gembira, di Pemalang Mensos Umumkan Batuan BST Diperpanjang Hingga Juni 2021

Namun disayangkan, karena pedagang memilih kabur menghindar supaya tidak di tes swab. Sehingga pada saat pelaksanaan, kondisi pasar malah sangat sepi.

Padahal menurut Hendadi, tes swab ini untuk mencegah penyebaran semakin meluas. Sehingga deteksi lebih dini sangat penting.

"Ya kebanyakan pedagang kabur, karena mereka takut berpikirnya nanti tidak boleh berjualan dan lain sebagainya. Padahal tes swab ini juga demi kebaikan dan keamanan bersama," tuturnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved