Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

KPU Kabupaten Pekalongan Gelar Simulasi Pencoblosan, Putnawati: Biar Masyarakat Tahu Tata Caranya

KPU Kabupaten Pekalongan Gelar Simulasi Pencoblosan, Putnawati: Biar Masyarakat Tahu Tata Caranya

Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
Seorang petugas memberikan briefing kepada calon pemilih, saat KPU Kabupaten Pekalongan menggelar simulasi pencoblosan pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan sistem rekapitulasi (Sirekap), di masa pandemi virus corona, di halaman SMAN 1 Doro, Sabtu (21/11/2020) siang. 

TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan menggelar simulasi pencoblosan dan penghitungan serta penggunaan sistem rekapitulasi (Sirekap), di masa pandemi virus corona, Sabtu (21/11/2020) siang.

Hal ini untuk persiapan jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 mendatang, 

Simulasi diikuti oleh 378 warga Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang diselenggarakan di halaman SMAN 1 Doro.

Baca juga: Pemilih Wajib Pakai Masker dan Bawa Alat Tulis Sendiri, KPU Pekalongan: Jangan Takut Nyoblos

Baca juga: RSUD Kardinah Tegal Tambah 36 Tempat Perawatan Pasien Suspek Corona, Hery: Disiapkan Bertahap

Baca juga: Aliansi Warga Kota Solo: Kami Tak Anti Habaib, tapi Kami Menolak Kedatangan Rizieq Shihab

Baca juga: Bupati Blora Terbukti Lakukan Dugaan Pelanggaran Pilkada, Bawaslu Surati Kemendagri

Tidak hanya itu, simulasi ini dilakukan sesuai protokol kesehatan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 saat Pilkada 2020.

Komisioner KPU Jawa Tengah, Putnawati, mengatakan ada sejumlah daerah di Jawa Tengah yang melakukan simulasi pencoblosan di tengah pandemi Covid-19.

Di antaranya, Kabupaten Sragen, Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.

"Tujuannya adalah agar masyarakat mengerti bagaimana KPU melaksanakan pencoblosan di masa pandemi Covid-19," kata Putnawati kepada Tribunpantura.com.

Pihaknya mengungkapkan, dengan simulasi ini masyarakat akan mengetahui ketika hendak mencoblos harus wajib memakai masker, dicek suhu badan, cuci tangan sebelum masuk tempat pemungutan suara (TPS), memakai sarung tangan, serta membawa alat tulis sendiri.

"Dalam simulasi tersebut, warga dan petugas mempraktekkan protokol kesehatan, mulai dari warga yang mencoblos harus pakai masker, mencuci tangan hingga memakai sarung tangan plastik."

"Selesai, mencoblos warga ditetesi tinta pada jari, kemudian warga cuci tangan lagi sebelum pulang," ungkapnya.

Selain itu, apabila ada warga yang bersuhu diatas 37,3 derajat, akan tetap diperbolehkan mencoblos namun harus di bilik khusus dan petugas di bilik khusus berpakaian hazmat.

Putnawati berharap, tidak akan ada kluster Pilkada dalam penularan Covid-19 selama semua menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

"TPS ini sudah steril yang dikhawatirkan masyarakat nanti ada kluster pilkada, saya berharap ini tidak akan terjadi."

"Apabila kita semua menerapkan protokol kesehatan. Kita juga sudah koordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19, nantinya TPS akan secara berkala disemprot disinfektan," harapannya. (dro)

Baca juga: Kapolda Jateng, Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jabar: 3 Sosok Ini Ramaikan Bursa Calon Kapolri

Baca juga: Cekcok dengan Istri, Kurung Diri di Kamar dan Tenggak Bensin, lalu Pria Ini Bakar Diri

Baca juga: Siswa SMA Ini Dibunuh dan Dirampok Teman Sendiri, Terbongkar karena Saksi DIhantui Rasa Bersalah

Baca juga: KIT Batang akan Dapat Suntikan Dana Rp 14 Triliun Lebih, Begini Kata Bupati Wihaji

Editor: yayan isro roziki
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved