Breaking News:

Berita Kebumen

Sempat Renang Sore Hari, Bocah 9 Tahun di Kebumen Ditemukan Meninggal di Sungai

Masyarakat mesti mengawasi betul saat buah hati sedang bermain. Sekali lengah, bisa berujung petaka. 

Istimewa
Petugas mencari anak hilang di Kebumen 

TRIBUN-PANTURA.COM, KEBUMEN-Masyarakat mesti mengawasi betul saat buah hati sedang bermain. Sekali lengah, bisa berujung petaka.  

Malang nasib MF,  bocah laki-laki berusia 9 tahun warga Desa Pucangan Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen.

Kegemarannya berenang di sungai berujung maut.  Ia ditemukan meninggal dunia di sebuah sungai, sesaat setelah warga melihat anak itu berenang.

Baca juga: FPI Sebut Jokowi yang Perintahkan TNI Copoti Baliho Rizieq Shihab

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca Demak, 21 November 2020: Hujan Petir Turun Sore Hari

Baca juga: Jadwal Samsat Online Keliling Semarang Hari Ini, Sabtu 21 November 2020 Buka di Simpanglima

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kota Tegal Sabtu 21 November, Buka di Pasar Bandung dan 2 Tempat Lainnya

Salah satu warga, sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (21/11/2020) sempat melihat tiga anak kecil mandi di sungai itu. Satu di antaranya adalah korban. 

Kasubbag Humas Polres Iptu Sugiyanto mengungkapkan, MF ditemukan meninggal dunia di sungai Sungapan Desa Ambalkebrek Kecamatan Ambal, tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 19.30 Wib, Jumat (21/11/2020).

"Awalnya korban bersama temannya main di kali. Selanjutnya pada pukul 17.00 WIB, dua temannya mengajak pulang namun korban tidak mau," jelas Iptu Sugiyanto, Sabtu (21/11).

Karena hari sudah petang, anggota keluarga mencari korban.  Di tengah kecemasan keluarga, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, di dasar sungai.  Isak tangis pun mengiringi penemuan bocah periang itu.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Inafis Polres Kebumen dan Polsek setempat, kata dia, tidak ditemukan tanda penganiayaan.

Baca juga: Sudah Ada 14 Kegiatan Konvoi Kampanye Pilkada di Jateng Dibubarkan, Ganjar Minta Bawaslu Tegas

Baca juga: 81 Orang Jalani Tes Swab, Pasar Suradadi Kabupaten Tegal Belum Ditetapka Sebagai Klaster Baru

Baca juga: 278 Karyawan di Kabupaten Pemalang Terkonfirmasi Covid-19

Baca juga: Jangan Mengadu ke Medsos, Lapor ke Petugas Bila Belum Dapat Bantuan

Ini juga diperkuat hasil pemeriksaan oleh Bidan Desa setempat yang tidak menemukan luka mengarah pada perbuatan kejahatan. 

"Hasil penyelidikan di lapangan, korban meninggal karena kurang hati-hati, sehingga tenggelam," katanya. 

Iptu Sugiyanto pun berpesan kepada seluruh masyarakat untuk lebih mengawasi lagi anak-anaknya. Terlebih saat ini musim hujan, aliran sungai sedang deras-derasnya.

"Jangan biarkan anak bermain sendiri. Harus didampingi orang tua. Sungai bukan tempat yang aman untuk bermain," tandasnya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved