Breaking News:

Berita Regional

Warga Perbatasan RI-Malaysia Kesulitan Dapat BBM, Harga Bensin Eceran Rp35.000 Per Liter

Warga Perbatasan RI-Malaysia Kesulitan Dapat BBM, Harga Bensin Eceran Rp35.000 Per Liter, Begini Penjelasan Pertamina

Istimewa/Kompas.com/Ahmad Dzulviqor
Suasana antrean panjang warga Krayan untuk mendapat 3 liter BBM, kondisi ini terjadi sejak dua pekan belakangan, visa pilot pengangkut BBM habis sehingga pesawat suplay digantikan dengan armada lebih kecil. 

Sejak pandemi melanda, warga Krayan --perbatasan RI-Malaysia-- kesulitan mendapatkan BBM. Warga harus antre panjang, untuk mendapat jatah 3 liter BBM per orang. Sementara, tak mau antre, warga bisa membeli bensin eceran dengan harga mencapai Rp35.000 liter.

TRIBUNPANTURA.COM, NUNUKAN – Antrean panjang pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menjadi rutinitas warga sejak dua pekan belakangan.

Antrean bahkan terjadi sejak pagi dan berlangsung berjam jam.

Tidak sedikit warga yang kecewa karena tidak kebagian meski sudah mengantre lama.

Baca juga: Penerima Vaksin Covid-19 Gratis Harus Peserta BPJS Aktif, Benarkah? Begini Penjelasan Pemerintah

Baca juga: Kaget Disalip Supra dari Kiri, Pengemudi Mobil Avanza Banting Setir, Tabrak Pagar Stasiun Tegal

Baca juga: Ingin Pulang ke Jawa, Pria Ini Nekat Berenang dari Teluk Balikpapan, Pakai Pelampung Galon Kosong

Baca juga: Jokowi Tegaskan Vaksin Covid-19 Gratis, Ini Instruksi Ganjar untuk Kawal Kebijakan Presiden

Salah satu tokoh masyarakat adat Dayak Lundayeh, sekaligus anggota DPRD Nunukan daerah pemilihan Krayan, Welson, mengatakan pemandangan ini menjadi sebuah gambaran masih terisolirnya Krayan.

"Sekarang semua sulit, jalanan hancur karena musim hujan, kita susah dapat kebutuhan pokok, ini lagi nambah satu masalah lagi, BBM langka, tiap hari masyarakat antre, sampai panjang sekali antrian," ujarnya, Jumat (18/12/2020).

Tergantung dengan Malaysia sejak pandemi melanda

Krayan masih sangat tergantung dengan Malaysia dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari, sejak lock down akibat Covid-19, harga barang melambung tinggi. 

Sebagai contoh, harga tong gas LPG 14 Kg mencapai Rp1,5 juta dari harga normal Rp300.000, harga gula pasir yang sebelumnya bisa dibeli dengan Rp13.000 per Kg, kini dibanderol Rp40.000 per Kg.

Harga material bangunan juga naik, semen per zak yang dalam kondisi normal bisa didapat dengan harga Rp300.000 kini dibanderol Rp1,8 juta per zak.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved