Breaking News:

Penanganan Corona

Tenaga Medis yang Meninggal Karena Covid-19 di Indonesia Tertinggi se Asia

Indonesia menempati peringkat pertama di Asia sebagai negara yang memiliki jumlah korban meninggal Covid-19 terbanyak.

Editor: Rival Almanaf
freepik.com
Ilustrasi corona virus atau Covid-19 

TRIBUN-PANTURA.COM, JAKARTA - Indonesia menempati peringkat pertama di Asia sebagai negara yang memiliki jumlah korban meninggal Covid-19 terbanyak untuk kalangan tenaga medis dan kesehatan.

Di seluruh dunia Indonesia juga masuk di peringkat 5 besar dalam hal yang sama.

Bahkan, sepanjang bulan Desember 2020 tercatat 52 tenaga medis dokter meninggal dunia akibat terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Baca juga: Pemkab Banyumas Backup Rumah Sakit Digugat Rp 5,3 Miliar Karena Makamkan Pasien Prosedur Covid

Baca juga: Miliarder Jack Ma Menghilang Setelah Kritik Pemerintah Tiongkok

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Kabupaten Batang Selasa 5 Januari 2021

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Selasa 5 Januari 2021

Disampaikan oleh Dr Adib Khumaidi SpOT dari Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), bahwa kenaikan jumlah kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan ini merupakan salah satu dampak dari akumulasi peningkatan aktivitas dan mobilitas yang terjadi belakangan ini.

Di antaranya seperti berlibur, pemilihan kepala daerah (pilkada) dan aktivitas berkumpul bersama teman dan keluarga yang tidak serumah

Adib berkata, meski pemerintah sudah menyiapkan vaksin yang akan diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia secara bertahap, bukan berarti vaksin tersebut dapat menjadi obat Covid-19.

"Vaksin dan vaksinasi adalah upaya yang bersifat preventif dan bukan kuratif."

"Meski sudah ada vaksin dan sudah melakukan vaksinasi, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, karena risiko penularan saat ini berada pada titik tertinggi di mana rasio positif Covid-19 pada angka 29,4 persen," kata Adib dalam keterangan tertulisnya Minggu (3/1/2021).

Menurut Adib, situasi ini bisa menjadi semakin tidak terkendali jika masyarakat tidak membantu, dengan meningkatkan kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan rutin pakai sabun, dan menjaga jarak aman minimal 1,5 meter.

Selain itu, tim mitigasi PB IDI juga mengingatkan kepada pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan, agar memerhatikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis dan kesehatan, serta juga memberikan tes rutin untuk mengetahui status kondisi kesehatan terkini para pekerja medis dan kesehatan. 

 

Perlindungan bagi tenaga medis dan kesehatan ini adalah mutlak diperlukan, karena dalam situasi di mana masih banyak masyarakat yang abai protokol kesehatan dan harus berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi ini.

"Namun kami (para tenaga medis dan kesehatan) kini bukan hanya menjadi garda terdepan, tapi juga benteng terakhir," ucap dia.

Berdasarkan data yang dirangkum oleh Tim Mitigasi IDI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dari Maret hingga akhir Desember 2020 terdapat total 504 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid-19.

Jumlah 504 petugas medis dan kesehatan yang wafat tersebut terdiri dari 237 dokter dan 15 dokter gigi, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, 10 tenaga laboratorium medik. 

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 131 dokter umum (4 guru besar), 101 dokter spesialis (9 guru besar), serta 5 residen, yang keseluruhannya berasal dari 25 IDI Wilayah (provinsi) dan 102 IDI Cabang Kota/Kabupaten.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG di Kendal Hari Ini Selasa 5 Januari 2021

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Tegal Raya Selasa 5 Januari 2020, Malam Hari Diprediksi Alami Hujan Petir

Baca juga: Cincin Nyangkut di Alat Vital Pria, Petugas Damkar Turun Tangan

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Selasa 5 Januari 2021 Ada di Tiga Lokasi

Berdasarkan data provinsi:

Jawa Timur; 46 dokter, 2 dokter gigi, 52 perawat, 1 tenaga laboratorium medik 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved