Breaking News:

Penanganan Corona

Ada Kekhawatiran Soal Vaksinasi Covid-19 di Masyarakat, Begini Kata Ketua DPRD Kota Tegal

Ada Kekhawatiran Soal Vaksinasi Covid-19 di Masyarakat, Begini Kata Ketua DPRD Kota Tegal

Tribunpantura.com/Fajar Bahruddin Achmad
Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro. 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengimbau, masyarakat untuk tidak takut dengan program vaksinasi Covid-19.

Hal ini menanggapi sejumlah berita kurang benar terkait vaksinasi Covid-19.

Ia juga mengajak masyarakat untuk siap menunggu giliran vaksinasi.

Baca juga: 62.560 Vaksin Covid-19 di Jateng untuk 31.255 Orang, Ganjar: Kalau Ada 10 Kiai Kerso, Hebat Banget

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas dari Penjara, Tim Gabungan TNI 3 Unsur Jaga Perbatasan Sukoharjo

Baca juga: Springbed Abal-abal Viral, Penjualan Kasur Full Busa Lesu, Mustofa: Pembeli Mengira Sama

Baca juga: 2.754 Nakes di Tegal Akan Jalani Vaksinasi Tahap Pertama

Kusnendro mengatakan, program pemerintah pusat dengan vaksinasi ini menjadi upaya untuk mengakhiri pandemi Covid-19. 

Ia menilai, vaksinasi akan menambah daya imun dan kekebalan tubuh masyarakat agar tidak terpapar Covid-19. 

"Saya mengimbau kepada warga masyarakat Kota Tegal untuk bisa siap melaksanakan vaksinasi ini," kata Kusnendro kepada tribunpantura.com, Rabu (6/1/2021). 

Meski demikian, menurut Kusnendro, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan 3M. 

Pakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak. 

Ia mengatakan, disiplin menerapkan protokol kesehatan pada diri sendiri juga akan menyelematkan masyarakat lainnya. 

"Yang penting disiplin dari diri kita sendiri. Sehingga dengan disiplin dari diri kita maka semua akan terhindar dari Covid-19," ungkapnya. 

Kusnendro juga berpesan, Pemerintah Kota Tegal untuk menjalankan program vaksinasi sesuai prosedur dan arahan dari pemerintah pusat. 

Ia menilai, semua ketentuan harus dipenuhi dalam melakukan vaksinasi ke masyarakat. 

Siapa saja yang bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 dan batasannya sejauh mana. 

"Kalau salah akibatnya tidak baik bagi tubuh manusia sendiri. Sehingga ketentuan oleh satuan tugas harus benar-benar dijalankan," ujarnya. (fba)

Baca juga: Ihwal Nasib Guru dalam Formasi CPNS, Begini Tanggapan PGRI Jateng: akan Kami Kawal!

Baca juga: Harga Kedelai Impor Meroket, Pengusaha Tahu di Batang Minta Pemerintah Galakkan Swasembada Kedelai

Baca juga: Kebutuhan Ruang Isolasi Covid-19 di Semarang Meningkat, Pengusaha Perhotelan Enggan Sumbangkan Kamar

Baca juga: Kisah Pembuat Spring Bed Palsu di Kabupaten Tegal, Baru Sekali Dikomplain Produksi Langsung Berhenti

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved