Breaking News:

Berita Blora

Ratusan Rumah di Dua Kecamatan di Blora Terendam Banjir Luapan Sungai

Ratusan rumah di Kecamatan Cepu dan Sambong terendam banjir akibat luapan sungai.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Banjir melanda permukiman warga di Kecamatan Cepu akibat luapam aliran sungai (Foto: BPBD Blora). 

TRIBUN-PANTURA.COM, BLORA - Ratusan rumah di Kecamatan Cepu dan Sambong terendam banjir akibat luapan sungai.

Sebelumnya, hujan lebat menimpa wilayah tersebut selama beberapa jam.

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Tri mengatakan, banjir yang merendam ratusan rumah di sejumlah kelurahan dan desa itu terjadi pada Jumat (8/1/2021) malam.

Ratusan rumah di Kelurahan Cepu terendam banjir dengan ketinggian antara 500 sampai 100 sentimeter. Banjir di sini akibat luapan Sungai Ngareng.

Baca juga: Kuasa Hukum Ibu Muda yang Dipenjarakan Anaknya di Demak Minta Polisi Pertimbangkan Unsur Kemanusiaan

Baca juga: Jumlah Penerima Bantuan Sembako Kemensos Dikurangi, Nenek Penjual Kangkung Menangis Tak Dapat Beras

Baca juga: Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Kota Semarang Sabtu 9 Januari 2021 Buka di Empat Lokasi

Kemudian di Kelurahan Balun, Cepu akibat luapan Sungai Taman Siswa mengakibatkan puluhan rumah yang tersebar di lima RW terendam banjir.

"Ketinggian banjir di Kelurahan Balun sampai 125 sentimeter," ujar Agung Tri, Sabtu (9/1/2021).

Kemudian karena luapan Sungai Giyanti, ratusan rumah di tiga kelurahan yakni Karangboyo,  Ngelo, dan Ngroto terendam banjir.

"Di Kelurahan Mulyorejo akibat luapan Sungai Joho SMP 4 Cepu terendam banjir setingyi 25 sentometer, dan jalan provinsi sempat terendam banjir," kata dia.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kendal Hari Ini Sabtu 9 Januari 2021

Baca juga: 71 Karyawan Pabrik Kopi Kapal Api Positif Covid-19, Perusahaan Mendapat Sanksi

Baca juga: Tidak Semua Orang Bisa Menerima Vaksin Covid-19, Berikut Ini Kondisi yang Tidak Bisa

Kemudian, di Kecamatan Sambong tepatnya di Desa Biting terdapat puluhan rumah yang terendam banjir. Rata-rata ketinggian banjir 40 sampai 60 sentimeter.

"Di Desa Biting juga akibat luapan Sungai Biting," kata Agung Tri.

Agung menambahkan, tidak ada korban jiwa banjir yang melanda permukiman warga tersebut. Namun, di saat yang sama ada satu rumah milik warga bernama Sukri di RT 4 RW 8 Dusun Jambe, Tambakromo, Cepu roboh.

"Robohnya rumah karena tiang tidak kuat dan kondisinya sudah lapuk. Saat itu hujan deras disertai angin melanda wilayah tersebut," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved