Breaking News:

Berita Jateng

Polisi Mengaku Dianiaya Polisi saat Diperiksa, Tak Terima Lalu Lapor Polisi, Begini Ceritanya

Polisi Mengaku Dianiaya Polisi saat Diperiksa, Tak Terima Lalu Lapor Polisi, Begini Ceritanya

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Mantan Kanit 3 Satreskrim Polres Pekalongan Iptu Joyo Suharto, menunjukkan bukti laporan yang telah dilayangkannya di SPKT Polda Jateng. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Mantan Kasubdit Pengamanan Internal (Paminal) Polda Jateng beserta satu anggotanya dilaporkan seorang perwira polisi, Iptu Joyo Suharto, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng.

Iptu Joyo yang merupakan mantan Kanit 3 Satreskrim Polres Pekalongan melaporkan dua perwira polisi tersebut, atas dugaan penganiayaan.

Iptu Joyo mengaku mengalami penganiayaan pada bulan Oktober 2019 lalu.

Baca juga: Agesti Sadar Disebut Anak Durhaka, tapi Tetap Kukuh Penjarakan Ibu Kandung: Dia Tetap Ibu Saya

Baca juga: Siti: Pedasnya Harga Cabai di Pemalang Melebihi Pedasnya Rawit Setan

Baca juga: Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac Diterbitkan BPOM, Vaksinasi Segera Dimulai

Baca juga: Penolak Vaksinasi Covid-19 Dapat Dipidana 1 Tahun Penjara, Begini Keterangan Guru Besar UGM

Penganiayaan tersebut dilaporkannya ke SPKT Polda Jateng dengan nomor: LP/B/1/1/2021/JATENG/DITRESKRIMUM, pada 1 Januari 2021 lalu.

"Saya melaporkan (mantan) anggota Propam AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho, dan AKP Adhityawarman Gautama Putra, karena telah melakukan penganiayaan (terhadap saya),"ujarnya, saat ditemui Tribunpantura.com, beberapa hari lalu.

Kronologi kejadian

Kejadian itu, ditutukan Iptu Joyo, ketika Unit 3 Satreskrim Polres Pekalongan mendapatkan limpahan perkara dari Satlantas Polres Pekalongan, terkait penahanan truk pengangkut batu bara dari arah Cirebon pada 25 Agustus 2019 lalu.

Kala itu Kapolres Pekalongan Kota yang masih dijabat AKBP Ferry Sandi Sitepu memerintahkan untuk memeriksa asal muasal truk.

"Saat itu saya memeriksa sopir truk bernama Nur Kholip. Lalu penyidik memeriksa saksi lainnya dan pemilik muatan itu."

"Setelah dilakukan pemeriksaan kepada pemilik batu bara pada 10 September 2019,  ternyata betul muatan batu bara pada truk itu memiliki kelengkapan surat."

"Lalu kami melaporkan hal tersebut ke Kapolres dan truk itu dikembalikan ke sopir," jelas dia.

Namun, permasalahan tidak berhenti disitu, sopir truk tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Paminal Polda Jateng. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved