Berita Nasional

Mantan Stafsus Jokowi dan Karni Ilyas Terseret Mafia Tanah di Labuan Bajo, Bupati dan WNA Tersangka

Mantan Stafsus Jokowi dan Karni Ilyas Terseret Mafia Tanah di Labuan Bajo, Bupati dan WNA Tersangka

KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Tersangka M, warga Italia saat digiring ke Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/1/2021). Kasus ini juga menyeret Bupati Manggarai Barat, ACD, sebagai tersangka. Mantan Stafsus Jokowi, Gories Mere, dan jurnalis senior Karni Ilyas juga terseret, namun statusnya sebagai saksi. 

TRIBUNPANTURA.COM - Mantan staf khusus (stafsus) Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, Gories Mere dan jurnalis kondang pemimpin redaksi tvOne, Karni Ilyas, terseret kasus mafia tanah/agraria di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan pemeriksaan Kejati NTT, mantan stafsus Jokowi Gories Mere dan Karni Ilyas, berstatus sebagai saksi dan dikalsterkan sebagai pembeli yang beriktikad baik.

Sementara, dalam kasus ini Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula (ACD), dan seorang warga negara asing (WNA) asal Italia berinisial M, menjadi tersangka bersama 15 orang lainnya.

Baca juga: PAN Reformasi Amien Rais Terbentuk, Mumtaz Rais: Saya akan Renang dari Pantai Kapuk ke Labuan Bajo

Baca juga: Di Indonesia Vaksin Covid-19 Ada yang Menolak, Netizen Malaysia Justru Iri Indo Sudah Vaksin Dulu

Baca juga: Polisi Grebek Pabrik Miras Tradisional di Banyumas, Sita Ratusan Liter Tuak: Pemicu Kriminalitas

Baca juga: Satpam Reaktif Antigen Meninggal di Kos di Purbalingga, Warga Sekitar Enggan Mendekat Takut Corona

Kasus mafia agraria jual-beli tanah negara di Labuan Bajo ini merugikan keuangan negara hingga Rp3 triliun.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Yulianto mengatakan penyidikan kasus dugaan korupsi aset tanah Rp3 triliun di Labuan Bajo menjadi pintu masuk untuk mengungkap mafia agraria di wilayah paling barat Pulau Flores itu.

Yuliant, sudah mendeteksi banyaknya persoalan agraria di Manggarai Barat dan dipetakan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi NTT.

"Masyarakat bisa menilai, kami sangat terbuka, profesional, dalam menangani perkara perkara korupsi yang sudah ada di NTT," kata Yulianto.

Periksa 100 saksi, sita 2 bidang tanah yang dibanguni hotel

Kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat.

Kejati NTT pun mulai melakukan pemeriksaan dan telah memeriksa 100 saksi termasuk Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Kabid Aset, dan ahli waris Ketua Adat Ramang Ishaka serta 2 warga negara Italia.

Selain itu Kejat NTT juga menyita dua bidang tanah di Labuan Bajo.

Di atas tanah tersebut dibangun Hotel CF Komodo di Jalan Alo Tanis Lamtoro dan Hotel Cahaya Adrian di Cowang Ndereng Labuan Bajo.

Hotel tersebut adalah milik VS yang diduga terlibat sebagai makelar tanah milik pemda tersebut.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved