Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kendal

Lima Kecamatan di Kendal Terendam Banjir

Akibat derasnya hujan sejak Senin,(18/1/2021) kemarin yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Kendal.

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Banjir menggenangi permukiman di Kabupaten Kendal, Selasa (19/1/2021). 

TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Akibat derasnya hujan sejak Senin,(18/1/2021) kemarin yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Kendal, banjir merendam 10 desa/kelurahan di 5 kecamatan.

Ketinggian air ditaksir mencapai 10 sentimeter hingga 60 sentimeter. 

Aktivitas masyarakat pun tersendet karena ratusan rumah terendam. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo mengatakan, intensitas hujan yang cukup tinggi menjadi faktor utama naiknya debit air sungai hingga meluap dan membanjiri perkampungan.

Baca juga: Bocah 4 Tahun Tangannya Putus Digigit Komodo saat Asyik Bermain Sendirian di Teras Rumah

Baca juga: Ganjar Minta Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen: Optimalkan Bantu Sesama

Baca juga: Diejek Kalah Main ML, Eks Kapten U-19 Persipura Aniaya Kekasih hingga Babak belur

Banjir menggenangi Dusun Kampir, Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel, Dusun Srogo, Desa Sidorejo, Desa Kebonadem dan Desa Tosari Kecamatan Brangsong, Dusun Traju, Desa Manggungsari Kecamatan Weleri, Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari, Kelurahan Langenharjo, Pegulon, Trompo, Balok Kecamatan Kota Kendal.

"Banjir akibat luapan Sungai Blorong. Ada yang limpasan Sungai Kutho, dan Sungai Kendal akibat debit air yang meluap," terangnya, Selasa (19/1/2021). 

Khusus banjir di sejumlah kelurahan di Kecamatan Kota Kendal merupakan dampak dari luapan Sungai Kendal yang membentang dari Kelurahan Trompo hingga Bandengan.

Pihaknya berharap, tidak terjadi air laut pasang atau rob sehingga air banjir bisa segera surut.

Rohim, warga Pegulon mengatakan, air mulai masuk ke permukiman sejak Selasa pagi usai hujan deras intensitas lama.

Ia memperkirakan, tingginya air bisa saja bertambah lantaran hujan masih berlangsung hingga Selasa sore.

"Kalau di Pegulon memang langganan banjir. Karena sedimentasi sungai menumpuk hingga air meluap," ujarnya.

Sementara Hasyim, warga Kebonadem menambahkan, banjir juga membanjiri rumahnya setinggi 40 sentimeter hingga membasahi kulkas yang hendak diservis.

Akibatnya, barang-barang milik pelanggannya terendam air sebelum diperbaiki.

"Begitu air datang, saya belum sempat naikkan barang-barang ke rumah bagian atas. Jadi ya terendam," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono menjelaskan, banjir di Manggungsari dimungkinkan karena pendangkalan di Desa Manggungsari dan di Desa Ngasinan.

Kata Sugiono, limpasan air dari dua saluran air di dua desa itu masuk ke sungai hingga membanjiri permukiman.

Baca juga: Kapolres Pemalang Sebut 296 Rumah Terendam Banjir karena Luapan Sungai Comal

Baca juga: Messi Ngemis Maaf di Ruang Ganti Barcelona, Dapat Kartu Merah Perdana Gagal Bawa Barca Juara

Baca juga: Kaget Ada Anak Kecil Dalam Mobil yang Dicuri, Pencuri Ini Kembali dan Marahi Pemilik Kendaraan

Baca juga: Kapolres Pemalang Sebut 296 Rumah Terendam Banjir karena Luapan Sungai Comal

"Perlu dilakukan normalisasi di dua saluran itu. Pekan depan kami datangkan alat untuk normalisasi," tuturnya.

Lebih lanjut, DPUPR Kendal juga sudah koordinasi dengan pemerintahan desa tentang rencana normalisasi sungai. Dengan tujuan, merwka juga bergerak untuk membersihkan endapan tanah atau lumpur.

"Banjir itu disebabkan hujan lokal dan kerap terjadi setiap tahun,’" ujar Sugiono. (*)

Hingga kini, belum terdata korban luka atau meninggal akibat banjir. Masyarakat yang terdampak banjir pun lebih memilih bertahan di rumah masing-masing dengan harapan banjir segera surut. (Sam)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved