Rabu, 6 Mei 2026

Vaksinasi Corona

Perjuangan Mengantar Vaksin Covid-19 ke Pelosok Daerah

Virus corona penyebab Covid-19 masih menjadi pandemi dan menyebar ke banyak negara di dunia. 

Tayang:
Editor: Rival Almanaf
pixabay.com
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. 

TRIBUN-PANTURA.COM - Virus corona penyebab Covid-19 masih menjadi pandemi dan menyebar ke banyak negara di dunia. 

Sejumah negara berusaha mengendalikan penyebaran dengan mewajibkan memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. 

Namun tidak sedikit negara yang sudah memulai program vaksinasi dan berharap hal itu dapat mengurangi laju pertambahan kasus. 

Meskipun perlu juga diketahui bahwa vaksinasi tidak dapat diselesaikan dalam waktu cepat.

Baca juga: Mahasiswa Disabilitas Asal Yogyakarta Tidak Ingin Menyerah dengan Keadaan, Pilih Jualan Snack

Baca juga: Jenazah Kapten Afwan Teridentifikasi Setelah Keluarga Menggelar Shalat Gaib

Baca juga: Cek Kesiapan Jelang Beroperasinya Bioskop di Tegal, Ini Catatan dari Dinas Kesehatan

Hal itu mengingat ketersediaan vaksin, jumlah penduduk serta wilayah yang dilalui untuk distribusi vaksin.

Dilansir dari The Sun, (28/1/2021), sejumlah petugas kesehatan yang berjibaku mengantarkan vaksin campak, rubella dan polio ke seluruh dunia setiap harinya.

Meski medan yang ditempuh cenderung berbahaya, pengantaran vaksin ini dilakukan petugas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan vaksin di wilayah terpencil.

Penasihat utama dan kepala imunisasi UNICEF, Robin Nandy, mengatakan, beberapa perjalanan mengerikan telah dilakukan para pekerja kesehatan untuk memvaksinasi anak-anak di seluruh dunia.

Selanjutnya, mereka akan mulai mempersiapkan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 selama bertahun-tahun ke depan.

Menurut Robin, vaksinasi yang dilakukan serentak di seluruh dunia seperti pada Covid-19 ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kami tidak pernah mencoba mengirimkan vaksin ke seluruh dunia di negara-negara dengan tingkat pendapatan berbeda, dan semua bersaing untuk medapatkan vaksin Covid-19 dalam jumlah terbatas," ujar Robin kepada Sun Online.

"Ini akan menjadi tantangan besar, namun kami tetap optimistis," lanjut dia.

UNICEF memperkirakan bahwa sekitar 20 juta anak di seluruh dunia tidak menerima secara penuh program vaksinasi seperti campak, rubella dan polio setiap tahun.

Dari jumlah tersebut, 14 juta anak bahkan tidak menerima vaksin sama sekali.

Robin mengatakan itu adalah masalah yang mereka, serta orang lain seperti Organisasi Kesehatan Dunia dan Gavi, aliansi vaksin coba untuk diatasi.

Vaksinasi Covid-19

Namun, dengan vaksin Covid-19, orang dewasa sekarang menjadi target prioritas dan ini berarti kompleksitasnya meningkat.

Program yang secara tradisional menargetkan anak-anak, sekarang harus berganti untuk menjangkau orang dewasa.

“Anak-anak yang kami rindukan dari tahun ke tahun ini sebagian besar berada di tiga jenis komunitas,” jelasnya.

Robin menyebut, mayoritas anak-anak yang tidak terjangkau vaksin adalah populasi terpencil atau pedesaan, di mana sistem kesehatan tidak terjangkau.

Selanjutnya adalah mereka yang berasal dari komunitas yang terkena dampak konflik di mana ada gangguan sistem dan kerusakan fasilitas kesehatan, atau mereka adalah komunitas miskin perkotaan seperti perkotaan. daerah kumuh.

"Kemudian negara yang terpengaruh oleh konflik dan perang, dan itu akan menjadi tantangan besar," kata dia. 

Terlepas dari risikonya, petugas kesehatan banyak di antaranya digaji sangat rendah, mempertaruhkan nyawa mereka untuk mencapai daerah-daerah tersebut. 

Menurut Robin, mereka akan terus melakukannya karena vaksin Covid-19 ke depan lebih banyak diproduksi dan menuntut segera disuntikkan. 

"Mereka (petugas kesehatan) menggunakan transportasi apa pun yang bisa mereka dapatkan, seperti binatang, unta, sapi, keledai, perahu, sepeda, sepeda motor, menyeberangi sungai, mendaki gunung, bahkan jalan kaki berjam-jam pun mereka lakukan," ujar Nandy.

Baca juga: Sopir Truk Asal Kebumen Masih Tak Menyangka Diundang Raffi Ahmad Gara-gara Lukisan di Bak Truknya

Baca juga: Diguyur Hujan Sepanjang Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, 31 Januari 2021

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kendal Hari Ini Minggu 31 Januari 2021

Robin mengatakan satu masalah utama yang dihadapi banyak negara dalam beberapa bulan ke depan adalah penyebaran informasi yang salah, yang dapat membuat orang tidak bisa tertular Covid-19.

Dia mengatakan memerangi hoaks tentang vaksin ini dengan fakta nyata adalah prioritas nomor satu.

"Pengiriman adalah satu hal, penerimaan vaksin adalah hal lain," katanya.

“Pandemi Covid-19 dan cara negara menanggapi sayangnya telah menyebabkan erosi kepercayaan - pada pemerintah, pada sistem kesehatan," ungkapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved