Breaking News:

Berita Pendidikan

Nurdin Halid Dianugerahi Gelar Kehormatan Seperti Habib Luthfi, Mahasiswa Unnes Demo: Tak Layak

Nurdin Halid Dianugerahi Gelar Kehormatan Seperti Habib Luthfi, Mahasiswa Unnes Demo: Tak Layak

Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Pengurus BEM KM Unnes melakukan aksi protes atas penganugerahan gelar doctor honoris causa pada Nurdin Halid di halaman kampus Unnes, Kamis (11/22/2021). 

"Kecenderungan Unnes untuk mengobral gelar kepada para tokoh politik, membuat kami harus mengeluarkan sikap," tegas Wahyu.

Wahyu menjelaskan berdasarkan Permendikbud No. 21 Tahun 2013, Doktor Honoris Causa merupakan gelar kehormatan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi kepada seseorang yang dianggap telah berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial, budaya, dan/atau berjasa dalam bidang kemanusiaan dan/atau  kemasyarakatan.

"Dalam peraturan itu juga disebutkan bahwa penerima Gelar Doktor Kehormatan antara lain harus memiliki moral, etika, dan kepribadian yang baik," jelasnya.

Melihat rekam jejak tersebut, Wahyu mendesak Rektor dan Senat Unnes untuk membatalkan penganugerahan gelar doctor honoris causa kepada Nurdin Halid dan menghentikan semua proses untuk menyelenggarakan prosesi atas penganugerahan tersebut.

"Kami juga mendesak Rektor dan Senat Unnes agar menghentikan segala bentuk upaya mengobral gelar doctor kehormatan kepada para pejabat/politisi dan sudah semestinya mengedepankan aspek keteladanan," sambungnya.

Tak hanya itu saja, Wahyu juga mendesak Rektor dan Senat Unnes menjunjung tinggi marwah akademik dan menjauhkan segala tindakan yang memiliki tendensi politik sehingga kampus patut menjadi center of excellent, terutama dalam hal penegakan etika, moral, dan kepribadian yang baik.

Habib LUthfi terima gelar kehormatan

Sebelumnya diberitakan, Habib Lutfi bin Yahya memperoleh gelar kehormatan honoris causa (HC) Bidang Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Upacara penganugerahan digelar secara daring dan luring di Auditorium Unnes, Senin (9/11/2020).

Sejumlah pejabat mulai dari daerah, provinsi hingga pusat, hadir dalam penganugerahan tersebut.

Diantaranya, Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemun, dan masih banyak lainnya.

Bahkan Presiden RI Joko Widodo juga mengikutinya secara daring.

Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman mengatakan, penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Habib Luthfi bin Yahya merupakan bentuk memuliakan ilmu, rasa hormat, dan bangga kepada seorang ulama, guru, dan sekaligus tokoh kharismatik yang telah banyak berkontribusi kepada bangsa dan negara.

Khususnya pada peningkatan rasa nasionalisme kebangsaan melalui seni dakwah yang menyejukkan serta mendamaikan atas kebhinekaan Indonesia.

"Habib Luthfi bin Yahya memiliki gaya komunikasi yang natural dan elegan. Gaya dakwah dan pola berpikir beliau out of the box dari kebanyakan orang."

"Hal inilah menjadi pembeda dari para ulama dan habaib yang lain," kata Fathur Rokhman.

Kharismatik Habib Lutfi bin Yahya yang terpancar dari komunikasi dakwah dan sejarah kebangsaan itu mengantarkannya untuk dianugerahi Doktor Kehormatan di Unnes.

Lebih lanjut ia menegaskan, karya-karya Habib Lutfi bin Yahya dalam bentuk buku dan gaya komunikasi dakwah ini memiliki novelty yang sesuai dengan bidang Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan.

Hal tersebut tampak dari materi dakwahnya yang mengemas tiga pilar pemberdayaan umat, yakni agama, kebangsaan (nasionalisme), dan pertumbuhan ekonomi. Ketiganya dirangkai melalui platform sejarah kebangsaan yang menjadi penghela harmoni kebangsaan dalam wadah NKRI.

"Konsep yang disampaikan merupakan novelty dalam seni komunikasi berdakwah yang menggabungkan tiga pilar, perlu dijadikan suri tauladan dalam melakukan komunikasi dakwah di masyarakat," paparnya.

Fathur Rokhman yang juga selaku promotor Habib Luthfi bin Yahya menyampaikan, telah melakukan kajian akademik atas berbagai karya keilmuan Habib Lutfi dari buku, artikel, dan karya lainnya.

Berbagai karya dan pemikiran habib dengan nama lengkap Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya itu di antaranya buku berjudul Jihad Ekonomi dalam Bingkai NKRI: Belajar Nasionalisme dan Ekonomi kepada Maulana Habib Al-Habib Luthfi bin Yahya Penerbit Ladang Kata.

Kemudian, Sejarah Maulid Nabi: Meneguhkan Semangat Keislaman dan Kebangsaan Menara Publishing, Umat Bertanya Habib Luthfi Menjawab Majelis Khoir, Secercah Tinta: Jalinan Cinta Seorang Hamba dengan Sang Pencipta Menara Publisher, dan masih banyak lagi.

Habib Luthfi bin Yahya juga memiliki prestasi dan jabatan organisasi nasional dan internasional di antaranya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2019-2024), anggota The Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought Yordania (2019-Sekarang), Ra’is ‘Am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah (JATMAN) (2018-2023).

Lalu, Ketua Forum Sufi Internasional (Terpilih sebagai Ketua Majlis Ta'sis Forum Ulama se-Dunia Pekalongan (2019- Sekarang), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah (2006-2011), Pendiri dan Pembina Majelis Ta'lim Kanzus Sholawat Pekalongan Jawa Tengah (2000- sekarang).

"Beliau juga salah satu dari 500 Tokoh Islam Berpengaruh di Dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre (2019)."

"Beliau memperoleh Anugrah Konservasi Anugerah Upakarti Reksa Bhineka Adi Karsa dari Universitas Negeri Semarang (2017) dan prestasi lainnya," ungkapnya. (nal)

Ini Kesaksian Ganjar tentang Sosok Habib Luthfi bin Yahya yang Terima Gelar Doktor HC dari Unnes

Disebut Sudah Berstandar FIFA, Stadion Mochtar Pemalang Masih Butuh Rp45 Miliar untuk Fasiltias Ini

Hati-hati, Jalur Sibelis Pekalongan Longsor, Kades Tenogo: Sebelumnya Ada Batu Besar Menggelinding

Bupati Pemalang Resmikan 12 Hasil Pembangunan Senilai Rp220 Miliar, Gedung DPRD Paling Fantastis

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved