Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

'Ini Bisa Jadi Harapan', Respon Suzuki dan Honda Ihwal Pajak Barang Mewah hingga Nol Persen

'Ini Bisa Jadi Harapan', Respon Suzuki dan Honda Ihwal Pajak Barang Mewah hingga Nol Persen

Editor: yayan isro roziki
SIS
Suzuki XL7 rajai penjualan Low SUV pada Juli 2020. 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Suzuki Indomobil Sales (SIS), Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mobil Suzuki, menyambut baik insentif pajak barang mewah dari pemerintah, untuk mobil 1.500 cc ke bawah.

Menurut Suzuki, ini bisa menjadi harapan bangkitnya industri otomotif di tengah hantaman pandemi Covid-19.

Terlebih, yang menjadi sasaran insentif pajak barang mewah, hingga pajak nol persen ini, adalah mobil-mobil di kelas 1.500 cc ke bawah.

Beli Mobil Baru Bulan Depan Bisa Lebih Murah Puluhan Juta, Pajak 0 Persen Dikabulkan Pemerintah

Pasien Covid-19 Kabur dari Ruang Isolasi RSUD Bojonegoro, Sembunyi di Selokan Tak Mau Keluar

Warga Grebek Sepasang Remaja Setengah Telanjang di Gubuk Sawah, Sita Kondom Baru Belum Dipakai

Dikunci di dalam Keraton Kulon Solo, Gusti Moeng dan GKR Timoer Masak Daun Singkong untuk Makan

Diketahui, pemerintah resmi memberikan insentif dengan menghapus Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil baru.

Kebijakan ini berlaku mulai Maret 2021.

Walau tidak untuk sema jenis mobil, tapi diharapkan adanya kebijakan tersebut bisa menjadi stimulus guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada awal tahun.

Menanggapi adanya insentif yang diberikan pemerintah, beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) ikut memberikan respons.

Salah satunya PT Honda Prospect Motor (HPM). Business Inovation and Sales & Marketing Director PT HPM Yusak Billy mengatakan, relaksasi pajak yang diberikan pemerintah akan menggairah pasar otomotif Tanah Air.

Namun demikian, Billy mengatakan pihaknya tetap harus mempelajari lebih dalam dan detail lagi soal bagaimana pelaksanaan dari rencana kebijakan tersebut.

"Kami masih mempelajari ya, karena masih menunggu turunan detail peraturannya dari kementerian terkait."

"Pada dasarnya kami akan support upaya pemerintah dalam mendorong penjualan otomotif," ucap Billy kepada Kompas.com, Jumat (12/2/2021).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved