Breaking News:

Berita Nasional

Tim Tabur Kejaksaan Tangkap Markus, Terpidana Kasus Korupsi Askrindo Rp439 MIliar, Buron Sejak 2015

Tim Tabur Kejaksaan Tangkap Markus, Terpidana Kasus Korupsi Askrindo Rp439 MIliar, Buron Sejak 2015

Istimewa
Tim Tabur Kejaksaan RI --yang di antaranya personel dari intel Kejari Jakarta Pusat-- menangkap Markus Suryawan (tiga dari kiri) terpidana kasus korupsi dan pencucian uang pada PT Askrindo (Persero), yang total merugikan keuangan negara senilai Rp439 miliar. 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan, yang di antaranya terdiri dari Intel Kejari jakarta Pusat, kembali menangkap terpidana kasus korupsi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), yang total merugikan keuangan negara Rp439 miliar.

Kali ini, Tim Tabur menangkap Markus Suryawan (56) -- terpidana korupsi dan pencucian uang Askrindo yang telah buron sejak 2015-- di sebuah rumah di Jalan Gunung Mahkota No. 66, Lipo Karawaci, Kota Tangerang, Bantenn, Rabu (17/2/2021).

Setelah ditangkap, Markus yang merupakan terpidana kasus korupsi dan pencucian uang tersebut dijebloskan ke Lapas Kelas IIA Salemba Jakarta.

Baca juga: Kabupaten Ini Tak Punya Bupati, Wakil Bupati dan Sekda, Bagaimana Roda Pemerintahan Berjalan?

Baca juga: Terpidana Kasus Korupsi Askrindo Rp439 Miliar Ditangkap Tim Tabur Kejaksaan, Buron Sejak 2013

Baca juga: Kejaksaan Tegal Periksa Tarikan Iuran Pegawai Honorer yang Masuk PT Taspen

Baca juga: Terpidana Penipuan Investasi Bodong Rp205 Juta Ditangkap Tim Tabur Kejaksaan, Buron Sejak 2011

Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta, Ashari Syam, mengatakan selain dari intel Kejari Jakarta Pusat, Tim Tabur Kejaksaan yang menangkap Markus terdiri dari personel intel Kejagung, dan intel Kejati DKI Jakarta.

Lanjutnya, Markus Suryawan tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Jakarta Pusat sejak tahun 2015.

Dituturkan, Markus merupakan terpidana kasus korupsi dan pencucian uang di PT Askrindo Jakarta yang dilakukan dalam kurun waktu tahun 2004-2009.

Pada saat itu, ia yang merupakan Direktur PT JI bertindak sebagai manager investasi, bersama-sama dengan beberapa pejabat PT Askrindo (Persero), melakukan bisnis investasi.

Di mana PT Askrindo dengan sengaja menempatkan dana sekitar Rp439 miliar setidaknya kepada 6 perusahaan investasi.

"Termasuk di perusahaan milik terpidana, yang mana hal itu ternyata bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," kata Ashari, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/2/2021).

Ashari melanjutkan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) nomor: 547 K/Pidsus/2015 tanggal 26 Februari 2015, terdakwa Markus Suryawan (sekarang Terpidana), dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan tindak pidana pencucian uang.

Halaman
123
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved