Berita Slawi

PMI Kab Tegal Beri Bantuan ke Korban Bencana Alam, Iman: Dari Sembako, Uang Tunai dan Lain-lain

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, berikan bantuan bagi warga yang terdampak bencana alam di beberapa lokasi pada Rabu (17/2/2021) kemarin.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
IST
Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, saat memberikan bantuan secara simbolis kepada warga yang terdampak bencana alam di Desa Bojong, Kecamatan Bojong, Rabu (17/2/2021) kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, berikan bantuan bagi warga yang terdampak bencana alam di beberapa lokasi pada Rabu (17/2/2021) kemarin. 

Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai yang kemudian dibagi ke warga yang terkena musibah bencana alam di Desa Buniwah dan Desa Bojong, Kecamatan Bojong, serta Desa Bumijawa Kecamatan Bumijawa. 

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo mengatakan, pada awal tahun 2021 ini pihaknya sudah menggelontorkan dana lebih dari Rp 100 juta untuk bantuan kepada warga Kabupaten Tegal yang terkena musibah.

Dana tersebut diberikan kepada warga baik berupa sembako, uang tunai, material, dan lain sebagainya.

"Kami sudah menggelontorkan dana di awal tahun 2021 ini lebih dari Rp 100 juta. Dana tersebut kami gunakan untuk membantu warga yang terkena musibah, seperti angin besar, puting beliung, longsor, banjir di Warureja, kebakaran, dan lain sebagainya," jelas Iman pada Tribunjateng.com.

Sementara itu, total bantuan uang tunai yang didistribusikan kepada warga sebesar Rp 14 juta.

Rinciannya untuk warga Desa Buniwah Kecamatan Bojong sebanyak 15 KK mendapat bantuan Rp 4 juta.

Desa Bojong Kecamatan Bojong sebanyak 3 KK mendapat bantuan Rp 9 juta.

Desa Bumijawa Kecamatan Bumijawa sebanyak 1 KK mendapat bantuan Rp 1 juta.

Sehingga total bantuan senilai Rp 14 juta.

Dikatakan, PMI Kabupaten Tegal juga sudah menyiapkan 50 personel yang stanby dengan menggunakan sistem shift atau piket. 

Biasanya dalam waktu sehari ada tiga kali jadwal piket dan personel tiap shift nya berjumlah lima orang.

Sedangkan yang stanby di rumah masing-masing atau on call itu sekitar 30-35 orang.

"Insyaallah kami siap membantu masyarakat dan akan bergerak cepat. Karena personel yang stanby tidak hanya di markas atau kantor saja, tapi di rumah masing-masing. Sehingga jika ada informasi darurat kami bisa cepat merespon," tegasnya.

Pada kesempatan ini, Iman juga mengingatkan masyarakat untuk waspada dan lebih peduli dengan lingkungan sekitar.

Karena sesuai prediksi BMKG hujan masih akan terjadi setiap harinya, belum lagi ditambah dengan angin kencang.

Jangan membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai. Hindari menebang pohon secara ilegal, apalagi sampai membuangnya ke sungai.

Karena hal ini bisa menyumbat aliran air di sungai, sehingga ketika meluap air tersumbat pada akhirnya terjadi banjir.

"Masyarakat saya imbau tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai. Karena kalau menyumbat dan terjadi banjir masyarakat juga yang terkena imbasnya, jadi harus lebih peduli lagi dengan lingkungan dan selalu waspada," tandasnya. (dta)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved