Breaking News:

Berita Pekalongan

Aklamasi, Candra Saputra Terpilih Jadi Ketua PSSI Kabupaten Pekalongan Periode 2021-2025

Kongres Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pekalongan yang berlangsung Sabtu (20/2/2021) di Pendopo Wakil Bupati Pekalongan, menghasilkan Candra

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
IST
Candra Saputra terpilih sebagai ketua Askab PSSI Pekalongan periode 2021 -2025. 

TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Kongres Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pekalongan yang berlangsung Sabtu (20/2/2021) di Pendopo Wakil Bupati Pekalongan, menghasilkan Candra Saputra menjadi ketua untuk Periode 2021 -2025.

Pelaksanaan kongres PSSI Kabupaten Pekalongan, dihadiri langsung oleh pengurus PSSI Pusat, Yoyok Sukawi dan perwakilan pengurus Asprov PSSI Jawa Tengah, Aam Ichwan. 

Candra Saputra yang juga anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, terpilih secara aklamasi karena saat kongres berlangsung dirinya menjadi calon tunggal.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Pekalongan terpilih, Candra Saputra mengatakan, siap mengemban amanah yang telah diberikan.

"Di tahun Kepengurusan pertama Askab PSSI harus menunjukan kinerja yang nyata. Terutama dalam pembinaan prestasi olahraga," kata Candra Saputra, saat dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (21/2/2021).

Menurutnya, potensi sepak bola di Kabupaten Pekalongan cukup bagus, karena jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan sebagian banyak gemar sepak bola.

Hal itu bisa dilihat setiap desa-desa ada klub sepak bola, untuk itu ke depan harus lebih maju dan berprestasi.

"Saya akan belajar dengan Ceo PSIS Semarang Mas Yoyok Sukawi yang saat ini sudah maju. Di Semarang ada Yusuf Sukawi (YS) yang memajukan sepak bola, dan di Kabupaten Pekalongan ada saya Candra Saputra (CS)."

"Mudah mudahan dengan suport dan dorongan dari berbagai pihak, sepak bola Kabupaten Pekalongan akan lebih maju dan berprestasi sesuai keinginan masyarakat," ujarnya.

Dalam program kerjanya nanti, ada dua hal yang fokus dilakukan yakni pelaksanaan kompetisi lokal, baik divisi 1 maupun divisi 2. 

Kemudian yang kedua adalah pembinaan pemain usia dini dan lokal yang bernaung di seluruh SSB maupun klub-klub yang ada di Kota Santri.

"Program ini diterapkan karena karir sepak bola tidak bisa instan, namun harus melalui proses. Sehingga, dari tingkat bawah atau usia dini harus selalu dibina serta diperhatikan," imbuhnya.

Pihaknya berharap, ke depan akan muncul bibit-bibit pemain yang membela daerahnya ketika menjalani kompetisi maupun turnamen sepak bola.

"Di samping itu juga dapat menyumbang pemain muda berbakat dari Kota Santri hingga ke level Liga 1 dan 2, bahkan hingga berkompetisi di tingkat nasional," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved