Breaking News:

Berita Pekalongan

Bak Pasar Apung, Pedagang Sayur di Pekalongan Pakai Perahu Berjualan saat Banjir

Sudah lebih dari dua pekan, banjir terjadi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Akibat banjir ini, akses jalan yang menuju Kecamatan

TRIBUN PANTURA/INDRA DWI PURNOMO
Penjual sayur di Kota Pekalongan yang menggunakan perahu untuk berjualan. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Sudah lebih dari dua pekan, banjir terjadi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Akibat banjir ini, akses jalan yang menuju Kecamatan Pekalongan Utara terendam banjir dan untuk menuju ke wilayah Utara Kota Batik masyarakat menggunakan perahu untuk transportasi.

Banjir yang merendam di sejumlah tempat ini tak menyerukan penjual sayur untuk berdagang.

Tak habis akal, penjual sayur yang biasa keliling di perumahan Panjang Indah, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan menggunakan sepeda, sekarang gunakan perahu.

Seperti yang dilakukan sepasang suami istri warga Boyongsari, RT 02 RW 06, Kelurahan Panjang Baru, Pekalongan Utara ini. 

Nuryanto (34) dan istrinya yakni Hidayah (26), tetap beraktivitas seperti biasanya, yakni menjual sayur keliling.

Hidayah mengatakan, jualan menggunakan perahu ini dilakukan sejak banjir terjadi di Kota Pekalongan.

"Dulu sebelum banjir saya menggunakan sepeda untuk keliling berjualan sayur, karena banjir saya gunakan perahu milik suami saya," kata Hidayah kepada Tribunjateng.com, Senin (22/2/2021).

Hidayah menceritakan, karena banjir dan menggunakan perahu ia terpaksa berjalan dari rumahnya ke Pasar Sorogenen untuk membeli sahur mayur.

"Pukul 02.00 WIB pagi, saya berjalan dari rumah ke pasar. Sekitar satu jam saya jalan lagi sampai pasar, untuk membeli sayuran, sebelum saya keliling ke pemukiman," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved