Breaking News:

Berita Batang

MUI Batang Minta Pemkab Segera Sosialisasikan Hukum Suntik Vaksin Covid-19 saat Puasa Ramadan

MUI Batang Minta Pemkab Segera Sosialisasikan Hukum Suntik Vaksin Covid-19 saat Puasa Ramadan

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Dina Indriani
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang, KH Zainul Iroqi. (Foto diambil saat sebelum pandemi Covid-19 melanda). 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang, KH Zainul Iroqi, mendorong agar Pemerintah Kabupaten Batang untuk segera melakukan sosialisasi secara masif pada masyarakat, terkait aturan hukum Islam pemberian vaksin saat puasa Ramadan.

Pasalnya saat ini program vaksinasi tahap dua bagi pelayan publik dan masyarakat rentan masih terus dilakukan dan diprediksi hingga bulan suci Ramadan.

“Pemberian dosis vaksin Covid-19 dimungkinkan akan berlangsung hingga Ramadan maka ini harus hati hati, dikhawatirkan akan timbul kontroversi,” tutur Zainul Iroqi, Kamis (4/3/2021).

Ternyata Ini Alasan Nelayan Kota Tegal Rami-ramai Jemur Rebon di Jalan Lingkar Utara

Ancaman Loss Learning Itu Nyata, PGRI Jateng Minta Pemerintah Segera Izinkan Sekolah Gelar PTM

Fokuskan Vaksinasi Lansia dan Petugas Publik Usia di Atas 50 Tahun, Dinkes Semarang: Lainnya Sabar

Puluhan Pejabat Pemkot Tegal Dites Urine, Johardi: Ini Komitmen Lawan Narkoba

Menurut Zainul Iroqi, sosialisasi vaksinasi di Bulan Ramadhan perlu dilakukan sebelumnya, Pemkab Batang juga bisa menggandeng para alim ulama dalam memberikan penjelasan pada masyarakat.

“Kalau vaksinasi digelar pada bulan puasa, dan masyarakat sedang puasa, maka ini mesti perlu sosialisasi sebelumnya."

"Jadi ulama-ulama, MUI diminta untuk menjelaskannya dulu terkait bagaimana hukumnya,” jelasnya.

Dia menelaskan bahwa pada prinsipnya pemberian vaksin pada Bulan Ramadan tidak akan membatalkan seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa

Sebab, yang dapat membatalkan puasa, yaitu masuknya makanan atau cairan dari lubang-lubang anggota tubuh manusia yang terbuka ke dalam perut.

“Tidak membatalkan puasa, yang membatalkan puasa kalau kita memasukkan sesuatu ke lubang lubang yang jelas, seperti lubang mulut, telinga, hidung, dubur,” ujarnya.

Zainul Iroqi pun berpendapat, bahwa apabila dimungkinkan, maka pemberian vaksinasi pada Bulan Ramadhan bagi umat Islam dapat digelar pada malam hari.

Karena pada saat itu (setelah buka puasa), umat islam sedang dalam kondisi bagus. 

Apalagi yang disuntikkan ini bukan hal biasa, dimana orang masih ragu ragu.

“Kadang orang berpuasa itu ada rasa takut, lemas, dan sebagainya."

"Maka, tidak apa apa jika pelaksanaan vaksinasi digelar pada malam hari," pungkasnya. (din)

Bupati Tegal Umi Azizah Buka Program TMMD Sengkuyung Tahap I

UPDATE Covid-19 di Kabupaten Tegal, Terkonfirmasi 4.903 Kasus

Wilayah Terpencil di Jawa Tengah Jadi Sasaran Pengembangan PLTS Komunal

Satlantas Polres Pemalang Akan Buka Layanan SIM dan Pembayaran Pajak Malam Hari

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved