Berita Slawi

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tegal, Eko BW: Suntik Pertama Tahap Kedua Selesai pada Maret

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tegal, Eko BW: Suntik Pertama Tahap Kedua Selesai pada Maret

Istimewa
Seorang petugas layanan publik Pemkab Tegal mengikuti vaksinasi Covid-19 di salah satu fasilitas kesehatan belum lama ini. 

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap dua bagi petugas pelayanan publik dan lansia usia 60 tahun keatas masih terus berlangsung di wilayah Kabupaten Tegal

Ketua Tim Surveilan dan Kesling Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Eko BP Prabowo mengungkapkan, sejauh ini petugas layanan publik yang sudah tervaksin berjumlah 9.326 orang untuk dosis pertama. 

Sedangkan untuk suntikan dosis kedua sejauh ini sebanyak 3.943 orang.

Baca juga: 200 Lansia Disuntik Vaksin di Puskesmas Slawi, Mabruri: Target Kami Vaksinasi 7.775 Manula

Baca juga: [[HOAKS]] Setelah Suntik Vaksin Pertama Lebih Rentan Tertular Covid-19

Baca juga: Vaksinasi Lansia di Batang Tak Penuhi Target, RS QIM: Kami Harap Ada Dorongan dari Aparat

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Dapat Izin Edar BPOM, Apa Perbedaaannya dengab Sinovac? Berikut Paparannya

Untuk lansia yang sudah tervaksin suntikan dosis pertama sejauh ini ada 4.135 orang. 

Ditanya mengenai jumlah penerima vaksin dosis pertama dan kedua yang berbeda, Eko menjelaskan, hal ini bisa terjadi karena beberapa kemungkinan seperti kondisi kesehatan saat vaksin dosis pertama sehat.

Tapi saat vaksin dosis kedua sakit atau kurang fit sehingga tidak layak divaksin.

Bisa juga karena saat vaksin dosis pertama terjadi KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi), semisal reaksi mual, muntah, dan lain-lain. Sehingga vaksin dosis keduanya tidak diberikan.

Kemungkinan ketiga, setelah divaksin dosis pertama yang bersangkutan malah terpapar sehingga positif Covid-19. Akhirnya vaksin dosis kedua juga tidak diberikan.

"Perlu saya garis bawahi, jika ada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah divaksin itu bukan karena vaksin nya, tapi karena terpapar faktor lain."

"Mengingat setelah divaksin antibodi tidak terbentuk secara langsung, kemungkinan terpapar dari orang yang positif lainnya sehingga tertular."

"Di Kabupaten Tegal sejauh ini ada dua kasus demikian, jadi setelah divaksin yang bersangkutan terpapar Covid-19," terang Eko, pada Tribunpantura.com, Rabu (17/3/2021). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved