Berita Jateng

Disdikbud Jateng Akan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Empat Sekolah Tiap Daerah

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah akan melakukan ujicoba penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai April mendatang.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muh radlis
IST
ILUSTRASI - Pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 4 Bawang 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah akan melakukan ujicoba penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai April mendatang.

Uji coba tersebut dilakukan menyusul rencana PTM yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2021/2022 atau Juli mendatang.

Plt Kepala Disdikbud Jawa Tengah, Hari Wulyanto mengatakan, ujicoba PTM akan dilakukan serentak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Nantinya ujicoba PTM dilakukan dengan menerapkannya pada satu sekolah di tiap jenjang.

"Setiap kabupaten dan kota diambil empat sekolah yang terdiri satu SMP, satu SMA, satu SMK dan satu MA. Itu untuk ujicoba PTM," kata Hari Wulyanto, Minggu (21/3/2021).

Ujicoba PTM akan dilaksanakan dua pekan yang mulai 5 April mendatang. Dari ujicoba yang dilakukan akan dipantau setiap harinya dan dilaporkan ke Gubernur Jawa Tengah. Bahkan setelah dua minggu ujicoba, nantinya juga akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

"Selanjutnya dievaluasi selama seminggu. Dalam evaluasi bagaimana apakah dilanjutkan, ditambah sekolahnya atau jumlah sekolah tetap namun ditambah jumlah siswanya. Kalau ada kasus, langsung tutup sekolahnya," paparnya.

Untuk sekolah yang akan diujicoba tersebut, akan dipilih oleh Dinas Pendidikan (Disdik) masing-masing kabupaten dan kota untuk tingkat SMP dan Cabang Disdikbud Jawa Tengah untuk pemilihan sekolah tingkat SMA dan SMK.

Kemudian, sekolah yang dipilih sudah dilakukan pemeriksaan dan visitasi penerapan protokol kesehatannya oleh tim gabungan dari Disdik, Dinkes, BPBD, Dishub, dan lainnya. Karenanya, Disdik dan Dinkes diharuskan sejalan.

"Karena syaratnya itu pemenuhan 100 persen protokol kesehatan dari Kemenkes. Pengawasan dan pembinaan protokol kesehatan yang dikeluarkan Kemenkes harus dipenuhi semua. Karena itu Disdik dengan Dinkes harus satu jalan," jelasnya.

Dikatakannya, Disdik kabupaten dan kota juga diharuskan mempunyai pemetaan geografi para siswanya. Hal itu karena siswa sekolah yang menjadi ujicoba PTM tidak diperbolehkan naik angkutan umum untuk berangkat dan pulang sekolah.

"Yang naik angkutan, nanti PJJ dulu. Termasuk juga terkait izin orang tua, yang belum dapat izin jangan ikut PTM, PJJ dulu. Makanya nantinya meski sudah PTM, pembelajaran tetap kombinasi antara tatap muka dengan PJJ," paparnya.

Ia menerapkan, teknis ujicoba PTM nantinya setiap kelas hanya diisi maksimal 18 siswa tiap kelas, jarak tempat duduk juga diatur 1,5 meter, tidak ada kantin, siswa dianter jemput orangtua dan dilarang menggunakan angkutan umum.

"Untuk lamanya pembelajaran nanti hanya 4 jam dan tidak ada jam istirahat," tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta sekolah menjamin penerapan protokol kesehatan berjalan penuh sebelum pelaksanaan PTM.

"Saya ingin semua sekolah siap melaksanakan protokol kesehatan. Harus 100 persen. Ya fasilitasnya, prosedurnya, sarana prasarananya dan lainnya. Guru harus memastikan itu berjalan, dan Disdikbud saya minta mengontrol langsung dan memastikan semuanya berjalan," katanya.

Ia menambahkan, semua sekolah memastikan sarana prasarana protokol kesehatan berjalan. Harus ada tim asesor yang memantau prokes berjalan 100 persen di semua sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Tidak hanya siswanya, Ganjar meminta para guru juga disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Sebab faktanya, ada guru yang beberapa waktu lalu yang positif Covid-19.

"Makanya tim asesor harus benar-benar melakukan asesmen, SOP dan protokol kesehatan harus dipegang betul. Kalau terjadi pelanggaran ya harus diberikan tindakan tegas," tegasnya.

Lebih lanjut Ganjar menegaskan, pelaksanaan PTM harus melalui tahap uji coba. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan ujicoba tersebut sehingga pada tahun ajaran baru mendatang nantinya pelaksanaannya bisa dilakukan secara massal dan tetap mempertimbangkan zonasi. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved