Berita Batang

Populasi Ikan Air Tawar di Batang Menurun, Dislutkanak Tebar 5.000 Benih Ikan di Bendungan

Populasi Ikan Air Tawar di Batang Menurun, Dislutkanak Tebar 5.000 Benih Ikan di Bendungan Kedungdowo

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Dina Indriani
Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) menebar 5 ribu benih ikan di Bendungan Kedungdowo Kramat, Jumat (9/4/2021). 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) menebar 5.000 benih ikan di Bendungan Kedungdowo Kramat, Jumat (9/4/2021).

Hal itu dilakukan untuk menambah populasi ikan air tawar, yang telah mengalami penurunan.

Demikian disampaikan Kabid Perikanan Budidaya Dislutkanak Batang, Marwati.

Baca juga: Tiga Instansi di Batang Raih WBK, Wihaji: Bukti Komitmen Bersama Tingkatkan Layanan Masyarakat

Baca juga: Resmi, Hartopo Jadi Bupati Kudus Definitif, Cari Calon Wakil Bupati dengan Kriteria Ini

Baca juga: Imam Salat Tarawih Berjamaah di Kabupaten Tegal Harus Sudah Divaksin, Begini Kata Bupati Umi

Baca juga: Evaluasi Simulasi PTM di Batang, Wihaji Temukan Siswa Teledor Tak Pakai Masker di Kelas

"Populasi ikan air tawar di Kabupaten akhir-akhir ini mengalami penurunan, itu kami mendapat laporan dari komunitas pemancing secara rutin, mereka sulit mendapatkan ikan."

"Untuk itu kami melakukan tebar benih ikan agar menambah stok dan populasi serta meningkatkan produktivitas sungai," tuturnya.

Dikatakannya, penurunan tersebut akibat dari adanya pencemaran sungai, penambangan ilegal serta penangkapan ikan menggunakan racun dan menggunakan strum.

"Jadi itu yang membuat kerusakan ekosistem, sehingga produktivitas sungai mengalami penurunan, atau ikan mati masal," ujarnya.

Tidak hanya di Bendungan Kedungdowo Kramat, ke depan pihaknya juga akan melakukan penebaran benih ikan di beberapa kecamatan di antaranya Kecamatan Bawang, Tersono, Tulis dan Gringsing.

"Untuk ikan yang ditebar yaitu benih ikan nila dan ikan emas, dengan penebaran benih masyarakat diuntungkan dan bisa dipanen dalam jangka waktu 3 sampai 4 bulan," imbuhnya.

Marwati pun mengimbau agar masyarakat ikut melestarikan dan menjaga ekosistem sungai agar hasil yang didapat juga maksimal.

"Jika sama-sama menjaga pasti hasilnya juga akan maksimal, jangan menangkap ikan menggunakan racun atau strum bisa membuat ikan mati masal, dan pancing ikan yang besar saja," pungkasnya. (din)

Baca juga: Heboh, Hujan Es Sebesar Kelereng Landa Banjarharjo Brebes, Begini Penjelasan BMKG

Baca juga: Ramai-ramai Cuci Karpet Musala di Sungai, Tradisi Jelang Ramadan Masyarakat Kabupaten Pekalongan

Baca juga: Terjadi 21.393 Laka Lantas selama 2020 di Jateng, DPD RI Usulkan Jalur Khusus Sepeda Motor

Baca juga: Kronologi Pegawai KPK Curi Emas Batangan, Digadai, Jual Warisan Orangtua hingga Akhirnya Dipecat

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved