Breaking News:

Berita Kesehatan

Kabar Baik untuk Penderita Wasir, Pengobatan Radiofrekeunsi Kering hingga Pangkal Tanpa Bedah

Kabar Baik untuk Penderita Wasir, Pengobatan Radiofrekeunsi Kering hingga Pangkal Tanpa Bedah

Penulis: hesty imaniar | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Pasien wasir bersiap menerima tindakan non-bedah dengan readiofrekuensi. Dengan metode pengobatan ini, wasir bisa kering hingga pangkal tanpa tindakan bedah. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Teknologi dunia kesehatan pada saat ini terus berkembang untuk mengatasi berbagai jenis penyakit pada diri seorang manusia.

Tak terkecuali, perkembangan teknologi kesehatan untuk mengatasi penyakit wasir.

Wasir adalah penyakit yang umum terjadi atau cukup sering dikeluhkan. Jika ini terus dibiarkan akan memunculkan risiko penyakit lain, seperti anemia.

Baca juga: Menghilangkan Bulu Kemaluan Berisiko bagi Kesehatan? Mitos atau Fakta, Begini Penjelasannya

Baca juga: Vaksin Sinovac Diklaim Aman untuk Anak-anak, Begini Keterangan Kementrian Kesehatan RI

Baca juga: Teh Rambut Jagung Minuman Herbal Kaya Manfaat, Begini Cara Membuat, Gampang Kok!

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Kanker Payudara Sejak Dini untuk Cegah Risiko

Kebanyakan orang meanggap sepele konstipasi atau kondisi saat mengalami kesulitan buang air besar.

Ketika hal ini kita abaikan akan memunculkan keluhan berupa wasir atau ambein atau disebut juga dengan hemoroid.

Dokter spesialis bedah Vena Wasir Center, dr Freddy Tambunan, Sp.B, menjelaskan, wasir umumnya karena konstipasi kronis.

Kondisi ini terjadi akibat pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus akibat adanya peningkatan tekanan.

"Sebaiknya jika sudah mengetahui atau mempunyai penyakit wasir, harus segera dilakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter, karena wasir bukan aib tetapi penyakit yang harus disembuhkan," jelasnya melalui siaran tertulisnya, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, konstipasi disebabkan kurang mengonsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayuran dan buah-buahan. Ia menyarankan untuk minum air putih minimal sebanyak 2 liter sehari.

Hal ini berguna untuk membuat feses menjadi lunak dan padat, sehingga tidak menimbulkan kesulitan saat BAB atau harus mengejan untuk mengeluarkan feses. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved