Berita Pekalongan
Begini Sosok Sertu Kom Achmad Faisal Awak KRI Nanggala 402 di Mata Sahabat
Sertu Kom Achmad Faisal, merupakan salah seorang kru kapal KRI Nanggala 402 yang gugur saat menjalankan tugas di perairan Bali.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
Penulis : Indra Dwi Purnomo
TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Sertu Kom Achmad Faisal, merupakan salah seorang kru kapal KRI Nanggala 402 yang gugur saat menjalankan tugas di perairan Bali.
Dikalangan sahabat dan teman saat SMA, ternyata Sertu Kom Achmad Faisal dikenal sebagai sosok yang rendah hati.
"Bukan dalam waktu yang singkat saya mengenal Sertu Kom Achmad Faisal, saya mengenal Sertu Kom Achmad Faisal lebih dari 6 tahun."
"Saya satu angkatan sejak dari di SMPN 1 Sragi dan SMAN 1 Wiradesa," kata Lelyana Aryani (30) sahabat Achmad Faisal kepada Tribunjateng.com, Selasa (27/4/2021) malam.
Ia menceritakan pernah satu kelas saat SMP dan Sertu Kom Achmad Faisal sosoknya sangat rendah hati sekali.
Selain satu kelas, Sertu Kom Achmad Faisal juga merupakan aktivis Pramuka sejak SMP hingga SMA.
"Sosoknya sederhana sekali, tidak pernah neko-neko, sopan, tutur bicaranya juga lembut dan tidak pernah mengatakan kata-kata kotor."
"Di sekolah, dikenal sebagai suri tauladan," imbuhnya.
Lelyana mempunyai kenangan yang paling masih diingat hingga sekarang yaitu saat duduk di SMP kelas 3.
Dulu, Sertu Kom Achmad Faisal pernah mengikuti les mata pelajaran matematika bersama dirinya dan teman yang lainnya.
Pada waktu itu, anak SMP dipegangi motor untuk berangkat ke les itu jarang sekali. Ia bersama teman yang lainnya menawari untuk berangkat bersama, namun Sertu Kom Achmad Faisal tidak mau, Faisal lebih memilih menggunakan sepeda onthel untuk berangkat ke tempat les.
"Jarak dari rumahnya Faisal ke lokasi les itu jaraknya sekitar 5 km. Rumahnya Faisal kan di Desa Gebangkerep dan tempat les nya di daerah Comal. Saat itu teman-teman berangkat menggunakan motor dan menawari Faisal untuk berangkat bersama, namun Faisal tidak mau malah lebih baik sepeda onthel.
"Sertu Kom Achmad Faisal tidak pernah minder, dan selalu rendah hati," ucapnya.
Lelyana juga mengatakan, sahabat dan temannya Sertu Kom Achmad Faisal mempunyai panggilan akrab untuk Faisal yaitu 'pakde'.
"Sejak SMP hingga sekarang, Faisal mempunyai panggilan akrab yaitu pakde. Dulu dinamai pakde dikarenakan Faisal mempunyai sosok yang rendah hati, pandai menasehati, sopan santunnya, cara berbicaranya selalu menjadi panutan, dan di sekolah merupakan orang yang pandai. Sehingga patut dipanggil pakde," katanya.
Saat disinggung kapan mendapatkan kabar Sertu Kom Achmad Faisal awak kapal KRI Nanggala 402 yang mengalami musibah, ia dapat informasi tersebut pada hari Sabtu (24/4/2021).
"Informasi adanya sahabat didalam kapal tersebut yaitu hari Sabtu pagi. Awalnya saya tidak percaya, tapi dari informasi dari teman satu angkatan SMA dan sahabat yang lain, bahwa ada sang panutan untuk kita semua berada di kapal tersebut," kata Lelyana.
Oleh karena itu, malam ini teman satu angkatan di SMA menggelar doa bersama dan salat gaib untuk Sertu Kom Achmad Faisal di musala yang berada di SMAN 1 Wiradesa.
"Kami mengirimkan doa agar sahabat kami bisa kembali dan berkumpul dengan keluarga serta teman-temannya.
"Harapannya ada mukjizat dari musibah ini, walaupun dipemberitaan sudah dinyatakan gugur. Tapi, keluarga dan kami masih berharap Sertu Kom Achmad Faisal dan 52 awak yang lainnya selamat," tambahnya.
Hal yang sama dikatakan Alfan Heru (29) mengatakan ia mengenal Sertu Kom Achmad Faisal ini sejak SMP.
"Saya kenal dari kelas dua SMP dan satu meja duduknya. Sosoknya sangat sederhana dan baik sekali," katanya.
Kemudian, ia juga satu organisasi pramuka sejak dari SMA.
"Jiwa kepemimpinannya Achmad Faisal sangat luar biasa dan saya banyak belajar banyak dari sahabat saya," imbuhnya.
Ada kejadian menarik saat kelas 11 SMA. Saat itu, sekolah mengadakan studi tour. Tapi ia bersama Faisal tidak ikut studi tour.
"Kita tidak ikut studi tour, akhirnya memutuskan untuk naik gunung slamet dan hingga sekarang masih selalu teringat."
"Sertu Kom Achmad Faisal ini sangat luar biasa dalam mengatur, memimpin, dan mengarahkan," ucapnya.
Alfan menceritakan, sejak lulus SMA sahabatnya itu memang ingin masuk di TNI.
Saat lulus sekolah, Sertu Kom Achmad Faisal tidak langsung keterima menjadi prajurit TNI.
"Yang saya tahu 4x Sertu Kom Achmad Faisal gagal masuk ini dan akhirnya keterima menjadi prajurit TNI Al."
"Sebelum mengikuti sekolah kapal selam, sahabatnya sering pulang ke desa dan mengajak temannya untuk bermain dan ngobrol bareng. Orangnya biru humbel sekali dan prestasinya sangat luar biasa," ucapnya.
Alfan menambahkan, terakhir berkomunikasi dengan Sertu Kom Achmad Faisal seminggu yang lalu.
Sahabatnya menghubungi untuk menanyakan kabar teman-teman dan perkembangan di desa.
"Yang sering ditanyakan itu yaitu kabar, pekerjaan, dan selalu memotivasi teman-temannya. Sifatnya Achmad Faisal itu semua temannya dihubungi dan menanyakan kabar," tambahnya.
Adanya musibah KRI Nanggala 402, ia seakan-akan tidak percaya dan berharap ada keajaiban untuk bisa bertemu lagi dan ngobrol bersama. (Dro)