Breaking News:

Berita Pemalang

Curhatan Warso Pedagang Nanas di Belik Pemalang, Larangan Mudik Bikin Harapannya Sirna

Larangan dan segela hal mengenai pengetatan mudik, bikin Warso penjual nanas madu di Kecamatan Belik Pemalang, mengerutkan dahi.

TRIBUN PANTURA/BUDI SUSANTO
Lapak nanas madu milik Warso, yang ada di Jalan Pemalang - Purbalinga, tepatnya di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang, Jumat (30/4/2021). 

Penulis : Budi Susanto

TRIBUNPANTURA.COM, PEMALANG - Larangan dan segela hal mengenai pengetatan mudik, bikin Warso penjual nanas madu di Kecamatan Belik Pemalang, mengerutkan dahi.

Harapan ramaninya pengguna jalan yang akan mampir ke lapaknya pun sirna, usai mendengar mudik dilarang. 

Pasalnya, hal itu akan berpengaruh pada penghasilannya, yang hanya menjajakan nanas di pinggir jalan. 

Warso pun menggerutu, Lebaran tahun lalu lapakanya sepi, karena mudik dilarang. 

"Lebaran kali ini diberlakukan kembali, nasib lapak saya akan sepi pengunjung lagi," ucapnya, melalui sambungan telpon, Senin (3/5/2021).

Jika dihitung, hampir dua kali saat momentum Lebaran ia tak mendapatkan untung, karena larangan mudik. 

"Kalau ditambah Lebaran tahun ini ya berarti dua kali. Padahal Lebaran 2019 lalu, pendapatan saya lumayan," paparnya. 

Ia menuturkan, pada momentum jelang Lebaran 2019, ia bisa menjual 600 nanas setiap hari. 

"Justru yang ditunggu-tunggu penjual nanas di sini saat ada mudik. Kalau dilarang lagi ya kami pasrah," katanya. 

Warso merupakan satu di antara sekian banyak penjual nanas di pinggir Jalan Kabupaten Pemalang menuju Purbalingga. 

Meski pada 2019 ia sempat untung besar, bak mendapat durian runtuh, namun di tengah pandemi Covid-19, pendapatan Warso turun jauh. 

"Kalau sekarang pendapatan kotor bisa Rp 200 ribu, kalau bersih ya kurang lebih Rp 50 ribu. Karena nanas yang saya jual juga beli, saya tidak punya kebun sendiri," jelasnya 

Menurutnya nasib yang ia alami juga dirasa beberapa pedagang nanas lainya di Kecamatan Belik. 

"Kalau tidak laku ya saya makan sendiri, adanya pandemi benar-benar merubah nasib dan pendapatan kami. Apa lagi Larangan mudik," tambahnya. 

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved