Breaking News:

Berita Jateng

Ganjar Minta Kepala Daerah Atur Para Pedagang: Jangan Sampai Prepegan Penyakit

Menjelang lebaran, biasanya pasar tradisional hingga mal dipadati masyarakat. Belum lagi adanya pasar kaget atau tiban yang hanya ada saat

IST
Gubernur Ganjar bersama Plt Asisten Bidang Pemerintahaan, Yulianto Prabowo saat rapat bersama Mendagri. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Menjelang lebaran, biasanya pasar tradisional hingga mal dipadati masyarakat. Belum lagi adanya pasar kaget atau tiban yang hanya ada saat mendekati hari-hari besar keagamaan.

Kerumunan warga di pasar tradisional dan mal berpotensi meningkatkan penularan Covid-19.

Oleh karena itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kepada bupati dan wali kota untuk mewaspadai kerumunan.

"Kami minta agar diatur para pedagangnya. Biasanya para pedagang terfokus di satu titik, diatur, dipecah jadi lima titik misalnya," kata Ganjar, Senin (3/5/2021).

Menurutnya, karena prepegan menjelang Lebaran harus dilakukan penjagaan ketat terkait potensi keramaian tersebut.

Momen prepegan sebelum lebaran, kata dia, merupakan momen masyarakat untuk menjemput rezeki. Namun, semuanya harus diatur, memakai masker, menjaga jarak, dan aturan protokol kesehatan lainnya.

"Di prepegan juga ada rezeki. Tapi jangan sampai ada prepegan penyakit," tandasnya.

Prepegan merupakan tradisi yang ada di masyarakat Jawa terutama di daerah pantai utara (pantura).

Di momen ini, biasanya masyarakat mencari sesuatu yang dibutuhkan saat Lebaran. Misalnya, belanja baju, kue, perabotan serta bahan makanan khas.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved