Breaking News:

Berita Kriminal

Polda Jateng Ungkap Pengunaan Rapid Test Ilegal Tanpa Izin Edar, Pelaku Raup Untung Rp2,8 Miliar

Polda Jateng Ungkap Pengunaan Rapid Test Ilegal Tanpa Izin Edar, Pelaku Raup Untung Rp2,8 Miliar

Tribunpantura.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi (tiga dari kanan) didampingi Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji (dua dari kanan), dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menunjukkan rapid tes antigen tanpa izin edar. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Subdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng ungkap peredaran rapid test antigen tanpa izin edar.

Rapid test ilegal tersebut  telah di distribusikan di rumah sakit maupun klinik yang ada di Jawa Tengah.

Dalam perkara ini, polisi menyita ratusan rapis test antigen dari tangan pelaku berinisial SPM (34) di wilayah Banyumanik dan Genuk

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menerangkan pengungkapan kasus tersebut berawal adanya masyarakat yang menggunakan rapid tes tanpa surat izin edar pada 27 Januari 2021.

Menurutnya, ada sekitar 450 pak rapid test antigen yang diamankan kepolisian.

Dituturkan, pelaku nekat mendistribusikan rapid test tanpa izin edar tersebut guna meraup keuntungan yang besar.

"Keuntungan yang didapat tersangka menjual rapid test antigen tersebut dalam kurun waktu lima bulan Rp2,8 miliar," ujar Kapolda saat gelar perkara di kantor Ditreskrimsus Polda jateng, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, rapid test antigen tersebut harganya lebih murah jika dibandingkan yang telah memiliki surat izin edar.

Namun, katanya, hal ini sangat merugikan konsumen dari segi perlindungan konsumen.

"Kalau tidak mempunyai izin edar jangan-jangan dipalsukan. Nanti akan didalami lagi," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved