Breaking News:

Penanganan Corona

Tim Mitigasi IDI Ingatkan Lonjakan Kasus Pasca-libur Lebaran, Minta Faskes dan Nakes Bersiap

Tim Mitigasi IDI Ingatkan Lonjakan Kasus Pasca-libur Lebaran, Minta Faskes dan Nakes Bersiap

shutterstock
Ilustrasi virus corona atau Covid-19. 

Tim Mitigasi IDI: Meski Mudik Dilarang, Tetap Waspadai Lonjakan Kasus Covid Paska Libur

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperingatkan semua pihak untuk mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 pasca-hari raya Idulfitri atau Lebaran 2021.

Musababnya, meski secara resmi pemerintah menetapkan larangan mudik, faktanya masih banyak masyarakat yang bisa pulang kampung, dengan berbagai cara.

Terlebih, sebelum dan sesudah memasuki hari raya, sejumlah pusat perbelanjaan dan objek wisata disesaki pengunjung.

Ketua Tim Mitigasi Dokter IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT, mengatakan saat ini tren lonjakan kasus Covid-19 sudah mulai tampak, seperti halnya setelah lebaran tahun lalu.

"Saat ini sudah terlihat kenaikan kasus Covid kembali seperti tahun lalu, meski program vaksinasi terus berjalan."

"Kami mengingatkan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lain-lain) serta para dokter dan tenaga kesehatan lainnya menyiapkan ketersediaan ventilator, obat-obatan, Alat Pelindung Diri (APD), tempat tidur, ruangan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus pasca-libur hari raya ini sampai 1 - 2 bulan ke depan," kata dr Adib, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/5/2021).

Dituturkan, faktor lonjakan ini diperkirakan karena adanya klaster-klaster yang muncul selama beberapa bulan terakhir.

Misalnya, klaster perkantoran, klaster keluarga, klaster ibadah bersama, klaster buka puasa bersama, serta ditambah adanya momentum-momentum Idulfitri, arus mudik-balik, serta mutasi virus corona di tengah semakin banyaknya masyarakat yang abai protokol kesehatan meski sudah divaksinasi.

"Vaksinasi saja tidak menjamin tubuh kita akan kebal terhadap virus apalagi mutasi virus."

"Protokol kesehatan 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilitas) tetap wajib dilakukan," tegas dr Adib.

Adib yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia menghimbau agar materi terkait protokol kesehatan saat Pandemi Covid ini juga senantiasa disosialisasikan melalui khotbah keagamaan di seluruh indonesia

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved